Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Gus Yahya Optimis Kerja Sama NU dan Pemerintahan Prabowo Akan Semakin Kokoh

Hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dengan pemerintah mengalami penguatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Setkab
KERJA SAMA - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya 
Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025, NU dan pemerintah memperkuat kolaborasi dari dukungan moral menjadi kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
  • PBNU terlibat aktif dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, ketahanan pangan, pendidikan, dan kemanusiaan.
  • NU menegaskan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dan penjaga stabilitas sosial menuju Indonesia Emas 2045.

TRIBUNJATENG.COM - Hubungan Nahdlatul Ulama (NU) dengan pemerintah mengalami penguatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Kolaborasi yang sebelumnya lebih bersifat moral kini berkembang menjadi kerja bersama yang bersifat operasional dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampil sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Penguatan sinergi tersebut mulai ditegaskan pada Januari 2025 bertepatan dengan peringatan Harlah ke-102 NU.

Dalam momentum itu, PBNU secara terbuka menyatakan keselarasan program organisasi dengan Asta Cita serta menginstruksikan seluruh struktur NU, termasuk pesantren dan komunitas Nahdliyin, untuk aktif mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah di tingkat akar rumput.

Kerja sama semakin konkret pada Februari 2025 melalui pertemuan pimpinan PBNU dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Rangkaian pertemuan tersebut dilanjutkan dengan Sarasehan Ulama yang mengkaji Asta Cita dari perspektif hukum Islam, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman antara PBNU dan Badan Gizi Nasional.

Baca juga: FAKTA BARU Gilang Ditilang Dishub Klaten Sebelum Kecelakaan Maut di Simpang Susun Krapyak Semarang

Baca juga: Mengenal Karbon Monoksida Tewaskan 4 Orang Dalam Mobil di Ruas Tol Pejagan-Pemalang: Silent Killer

Baca juga: Banyak! Berikut Ini Deretan Pelanggaran Mencolok Anggota Polda Jateng Selama Tahun 2025

Kesepakatan itu membuka jalan keterlibatan NU dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Memasuki Ramadan pada Maret 2025, NU mengambil peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah potensi perbedaan praktik ibadah. PBNU menekankan nilai toleransi dan persatuan sebagai bagian dari kontribusi NU dalam menjaga stabilitas nasional.

Pasca-Idulfitri, April 2025 ditandai dengan percepatan Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU).

Program ini dijalankan secara luas di tingkat desa dengan fokus pada edukasi kesehatan, pencegahan stunting, dan penguatan ekonomi keluarga, serta mendapat dukungan pemerintah sebagai model pembangunan sumber daya manusia berbasis komunitas.

Pada Mei 2025, PBNU turut menunjukkan peran di ranah global dengan mendukung sikap konsisten pemerintah Indonesia terkait konflik Palestina–Israel.

Dukungan terhadap solusi dua negara dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di forum internasional sekaligus menegaskan peran NU dalam diplomasi moral.

Kolaborasi NU dan pemerintah memasuki tahap krusial pada Juni 2025 saat PBNU resmi dilibatkan dalam pengelolaan 1.000 dapur MBG.

Implementasi dimulai pada Juli melalui peresmian dapur-dapur MBG di berbagai daerah, bersamaan dengan penguatan pesantren sebagai pusat agropreneur untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Peran NU sebagai penopang stabilitas kembali terlihat pada Agustus 2025 ketika terjadi eskalasi demonstrasi dan kerusuhan di Jakarta. PBNU bersama pimpinan organisasi masyarakat Islam bertemu Presiden Prabowo di Hambalang dan menyerukan pentingnya menjaga ketenangan, persatuan, serta komitmen kebangsaan.

Pada September 2025, kolaborasi sosial melalui LAZISNU menunjukkan hasil nyata dengan penyaluran dana kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi bernilai miliaran rupiah untuk pesantren, layanan kesehatan, dan UMKM perempuan. Inisiatif ini diperluas lewat peluncuran program “Keluarga Unggul” di sejumlah provinsi.

Momentum Hari Santri pada Oktober 2025 dimanfaatkan PBNU untuk menegaskan kembali peran pesantren sebagai pilar peradaban, penjaga ideologi Pancasila, dan benteng ketahanan kebangsaan di tengah tantangan masa depan.

Penguatan kualitas sumber daya manusia berlanjut pada November 2025 melalui peluncuran NU Scholarship, hasil kolaborasi PBNU dan BAZNAS RI.

Program ini membuka akses pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi kader NU dan generasi muda berprestasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Menjelang akhir tahun, Desember 2025 menjadi ujian peran kemanusiaan NU.

PBNU mengerahkan relawan, logistik, dan dana miliaran rupiah untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di saat bersamaan, implementasi program MBG terus dipercepat, dengan puluhan SPPG telah beroperasi dan ratusan lainnya dalam tahap persiapan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan bahwa kemitraan NU dan pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab kebangsaan. 

Menurut Gus Yahya, NU tidak sekadar menjadi pendukung, tetapi hadir sebagai mitra yang bekerja bersama pemerintah agar kebijakan negara benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

“Dengan fondasi sinergi yang telah terbangun sepanjang 2025, PBNU optimistis bahwa kerja sama NU dan pemerintah akan semakin kokoh dalam mengantarkan Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tandas Gus Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (31/12/2025).

Ia juga menyebut bahwa dinamika internal NU di akhir tahun berhasil diselesaikan melalui islah dan bimbingan para kiai sepuh, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan agenda pelayanan umat berjalan tanpa hambatan.

Memasuki 2026, PBNU memproyeksikan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur dengan fokus pada perluasan MBG, ketahanan pangan berbasis pesantren, peningkatan kualitas SDM, serta konsistensi NU sebagai penyangga stabilitas sosial dan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved