Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Umumkan Capai Swasembada Pangan, Prabowo: Jangan Bergantung pada Bangsa Lain

swasembada pangan itu dicapai lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama 4 tahun menjadi hanya dengan 1 tahun.

Tayang:
Editor: Vito
HO/IST
SAMBUTAN - Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Presiden mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada 2025. (Istimewa/Dok YouTube Sekretariat Presiden) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada 2025.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," katanya. 

Menurut dia, swasembada pangan itu dicapai lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama 4 tahun menjadi hanya dengan 1 tahun saja.

"Kita sudah swasembada 1 tahun, kita sudah berdiri di atas kaki sendiri 1 tahun, kita tidak tergantung bangsa lain," ujarnya. 

Prabowo menuturkan, Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh menjadi bangsa yang mandiri. Terlebih, bangsa ini adalah bangsa yang kaya dengan kekayaan alam melimpah. 

Kepala Negara menegaskan, tidak ada suatu negara yang berhasil tanpa kemandirian pangan. Hal itu dibuktikan pada masa covid-19 yang saat itu Indonesia masih bergantung pada pasokan beras dari negara lain. 

Prabowo yang saat itu menjadi Menteri Pertahanan turut menyaksikan bagaimana Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kesulitan mencari impor beras karena beberapa negara melakukan karantina. 

"Masa covid-19 itu menjadi peringatan, lampu kuning, bahwa bangsa Indonesia jangan mau, jangan bergatung pada bangsa lain, apalagi untuk makan," tukasnya. 

Ke depan, Prabowo ingin swasembada pangan tidak hanya terjadi pada komoditas beras, melainkan pada pangan lain seperti jagung, dan lain-lain. 

Prabowo pun menyatakan, sudah dijanjikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa jagung juga akan swasembada dalam waktu dekat. 

"Kalau swasembada (jagung-Red), pakan kita akan murah untuk seluruh peternak, dan kita akan turunkan lagi harga pupuk-pupuk saudara sekalian," ucapnya.

Sepanjang 2025, produksi beras Indonesia mencapai 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan stok beras dalam negeri, pemerintah sama sekali tidak mengimpor beras konsumsi pada 2025. 

Sementara, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan, pada awal 2026 terdapat stok 12,529 juta ton beras.

Beras itu terdiri dari 3,248 juta ton stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), beras di rumah tangga, restoran, hotel, dan lain-lain.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved