Tribun Jateng Hari Ini
Pemerintah Target Pelaksanaan MBG Tahun Ini Zero Accident
Prabowo meminta penyaluran MBG tidak ngoyo karena SDM hingga SPPG yang harus sesuai petunjuk teknis, dengan target tahun ini bisa zero accident.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) menuju target 82,9 juta penerima tidak dilakukan dengan memaksakan diri alias ngoyo.
Diketahui, hingga Selasa (6/1) lalu, penerima MBG sudah mencapai 55,1 juta jiwa, dengan jumlah SPPG sekitar 19.800 unit. Dari jumlah itu, terdapat sekitar 902 ribu orang yang bekerja langsung di SPPG.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan, permintaan itu disampaikan Prabowo saat retret kabinet di Kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
"Pak Presiden dalam retret menyampaikan, (pelaksanaan MBG-Red) jangan ngoyo," katanya, saat ditemui di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1).
Ia menyebut, Prabowo meminta tidak ngoyo karena kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG yang harus sesuai petunjuk teknis.
Hal itu mengingat target pelaksanaan MBG tahun ini bisa zero accident. Nanik pun mengungkapkan, sejak September 2025 sudah hampir tidak terdengar lagi insiden di program MBG.
"Alhamdulillah, dari bulan September, Agustus-September, yang luar biasa Anda melihat kan, makin ke sini makin berkurang (insiden-Red)," ujarnya.
Menurut dia, hal itu terjadi karena jumlah SPPG yang tersertifikasi semakin banyak. Data terbaru mencatat sudah ada 4.535 SPPG yang telah lulus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ia berujar, proses SPPG untuk mendapatkan SLHS juga sangat ketat, satu contohnya ompreng atau wadah MBG tidak boleh dicuci di luar SPPG.
Selain itu, penggunaan air pun wajib berasal dari galon bermerek yang terjamin kualitasnya, mengingat sebelumnya pernah ditemukan bakteri Escherichia coli (E-coli) pada air.
Meski demikian, Nanik tidak bisa menjamin insiden luar biasa tidak akan terjadi lagi pada tahun ini. Namun, ia memastikan BGN akan bekerja maksimal.
"Untuk mencapai zero (accident-Red), kalau menggaransi itu, Allah yang garansi, tapi kami akan berusaha kerja keras untuk meminimalisir," ucapnya.
Nanik menyatakan, BGN bersama kementerian/lembaga terkait lain terus melakukan pengawasan ketat terhadap MBG.
"Dan sekarang kan dibentuk tim koordinasi. Jadi MBG ini tidak diawasi oleh BGN. Ada 17 kementerian dan lembaga yang mengawasi," tuturnya.
"Bahkan kalau untuk keracunan ini hanya haknya dari Kemenkes yang untuk mengeluarkan data. Kami tidak, karena supaya objektif," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251031_Suasana-dapur-MBG-di-SPPG-Kulu-Kecamatan-Karanganyar-Kabupaten-Pekalongan_1.jpg)