Tribun Jateng Hari Ini
Pemerintah Target Pelaksanaan MBG Tahun Ini Zero Accident
Prabowo meminta penyaluran MBG tidak ngoyo karena SDM hingga SPPG yang harus sesuai petunjuk teknis, dengan target tahun ini bisa zero accident.
Nanik mengungkapkan, BGN juga tengah menggodok petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur sanksi bagi dapur MBG yang tidak memenuhi standar.
Dia menambahkan, juknis itu akan diterbitkan dalam waktu dekat. "Sekarang kami juga akan keluar dalam waktu dekat juknis yang keras mengenai dapur-dapur," tandasnya.
"Nanti yang tidak sesuai standar, kami akan berikan peringatan satu, dua, dan ketika peringatan ketiga kami akan tutup," sambungnya.
Menurut rencana, juknis itu akan menjadi pedoman tegas bagi para pengelola program MBG.
"Nah, itu antara lain sikap keras kami nanti sebentar lagi akan diluncurkan juknisnya. Mungkin 2-3 hari ini," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebut, saat ini sebanyak 4.535 SPPG yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).
"Bersyukurlah hari ini sudah 4.535 SPPG yang sudah lulus sertifikat. Itu artinya itu termasuk pemeriksaan laboratoriumnya, segalanya itu dicek," katanya.
Benny, sapaannya, menuturkan, SPPG yang belum memiliki SLHS harus kembali melakukan perbaikan. Menurut dia, hingga saat ini, sudah lebih dari 7.000 SPPG yang mendaftar untuk SLHS.
Hanya saja, dia menambahkan, proses mendapatkan SLHS memakan waktu panjang dan sangat ketat.
"Loh, yang sudah daftar itu kan sudah 7.000 lebih. Kan lab itu butuh lebih dari seminggu, kan beliau yang pegang ini, Ibu Then yang bertanggung jawab dari Kemenkes," bebernya.
"Maka kami kan agak ketat ya. Sampai mereka 'waduh kapan bisa buka kalau gini caranya'. Kami dari Kemenkes, ya tegas demi menjaga supaya tadi itu," sambungnya.
Benny menyebut, penambahan jumlah SPPG yang memiliki SLHS berdampak langsung terhadap kasus kejadian luar biasa dalam program MBG.
Ia menyebut, jumlah kasus terkait MBG semakin hari semakin menurun.
"Kan kita bersyukur-lah, selama bulan Desember-lah, yang mengalami keracunan makanan cuma 12 kejadian. Tadinya 3.000 (kasus), turun 2.000, (turun) 1.000, makin hari makin bagus," ucapnya.
Bahkan, selama 19 hari terakhir tidak ditemukan kasus keracunan terkait MBG. "Ini bahkan sudah 19 hari terakhir zero accident, karena kami jagain ketat," tuturnya.
"Maka kalau bilang 0, kami tidak bisa, ya namanya manusia, tapi kami lihat apa yang terjadi hari ini. Kita bersyukur turunnya angka kejadian itu sangat drastis," tambahnya. (Tribunnews/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz/Kompas.com/Rahel Narda Chaterine)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251031_Suasana-dapur-MBG-di-SPPG-Kulu-Kecamatan-Karanganyar-Kabupaten-Pekalongan_1.jpg)