Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ketua BEM UGM Diteror

Isi Surat Tiyo Ketua BEM UGM ke UNICEF, Berujung Terima Rentetan Teror

Tiyo menceritakan sejumlah teror diterima setelah BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
TEROR - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, saat menyampaikan orasi dalam aksi Karaoke WNI Mumet yang digelar oleh Komunitas Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026). Tiyo mendapat rentetan teror setelah pengiriman surat Ironi Tanah Air ke UNICEF.  

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto menerima serentetan teror usai berkirim surat ke UNICEF.

Apa sebenarnya isi surat tersebut?

Tiyo menyebutnya sebagai wujud keperdulian terhadap kondisi bangsa saat ini. 

Mulai dari soal bocah di NTT yang mengakhiri hidup hingga kondisi masyarakat terkini.

Teror yang diterima Tiyo berupa sejumlah pesan singkat yang dikirim oleh nomer asing.

Tak hanya itu, ia pun mengaku sempat dikuntit seseorang tak dikenal.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jawa Tengah 3 Hari ke Depan: Siaga Hujan Sangat Lebat

Baca juga: Mayat dalam Koper di Brebes: Setelah Bunuh Sapri, Pelaku Ambil Rp 15,6 Juta dan HP Lalu Temui Istri

Pihak kampus pun tidak tinggal diam.

Universitas kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan bagi Tiyo Ardianto.

Berikut awal mula hingga rentetan teror yang diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Bermula Kirim Surat ke UNICEF

Tiyo menceritakan sejumlah teror diterima setelah BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).

Surat itu dikirimkan karena melihat ironi di tanah air. 

Kala seorang anak di Ngada, NTT, memilih untuk mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pena dan buku, negara menggelontorkan Rp 16,7 triliun untuk iuran pda Board of Peace (BoP).

Pemerintah juga menggelontorkan dana Rp 1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada satu ironi yang luar biasa yang mendorong teman-teman BEM UGM untuk mengirimkan surat kepada UNICEF. Ini adalah ikhtiar sekaligus wajah paling nyata, bahwa di republik ini tidak ada lagi yang bisa diharapkan,” katanya saat ditemui di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).

“Rasanya pak Presiden ini tidak sadar bahwa beliau punya ketidaktahuan terhadap realitas ini. Ketidaktahuan itu kita ambil sebagai diksi stupid. Karena dalam KBBI, bodoh itu artinya tidak tahu. Maka kita ingin supaya ada pihak luar yang didengar oleh Presiden, ketimbang publiknya sendiri,” sambungnya.

Rentetan Teror

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved