Berita Nasional
BGN Wajibkan SPPG Tiap Hari Upload Harga Bahan Baku Menu MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan kepada seluruh SPPG untuk memiliki akun media sosial terkait menu dan bahan baku MBG.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan mengunggah besaran biaya atau harga bahan baku menu harian program makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan ke tiap sekolah maupun penerima manfaat lainnya.
Artinya, SPPG tak sekadar menginformasikan harga menu, tetapi juga bahan baku yang digunakan untuk membuat menu tersebut.
Karenanya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menginstruksikan kepada seluruh SPPG untuk memiliki akun media sosial.
Salah satu fungsinya adalah untuk mengunggah menu, daftar harga menu, hingga bahan baku yang digunakan.
Dari informasi tersebut, komunikasi antara penerima manfaat dengan pihak SPPG menjadi lebih transparan.
Baca juga: Kepala BGN Dadan Hindayana: Jateng Penyumbang Terbesar Kasus Keracunan MBG
• Prediksi Cuaca Saat Idulfitri di Jawa Tengah, BMKG: Ada Potensi Hujan
• Kios-kios yang Ludes Terbakar Ternyata Bukan Pasar Darurat Ngawen, Ini Kata Pemkab Blora
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan, SPPG atau dapur penyedia program MBG diwajibkan memiliki media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Tak hanya meng-upload menu harian MBG, SPPG juga harus memberikan informasi tentang harga bahan bakunya.
Hal tersebut Sony sampaikan dalam Bimtek Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Tangerang pada Sabtu (7/3/2026).
Acara ini diikuti 400 peserta dari perwakilan SPPG, relawan, mitra/yayasan yang terlibat aktif dalam penyaluran program MBG untuk melakukan sertifikasi SPPG.
“SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa."
"Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang. Itu harus ada harganya,” ujar Sony, Minggu (8/3/2026).
Sony lantas mempersilakan masyarakat untuk me-monitor bagaimana pelaksanaan MBG di lapangan.
Dia meminta masyarakat menyesuaikan wujud MBG dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta.
"Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp1.500 satu pisang,” ucapnya.
Sony menyampaikan, jika di lapangan ditemukan ketidaksesuaian MBG, masyarakat bisa langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN, Suardi Samiran menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya.
Menurut Suardi, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG.
Suardi menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.
“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” imbuh Suardi.
Baca juga: "Sering Terlambat" Duduk Perkara Siswa SMP Negeri 2 Sokaraja Banyumas Tolak Mobil MBG
• Promo Tiket Ramadan Festive Dibuka, Diskon 30 Persen Mudik dari Stasiun Cilacap
• Simak, Inilah Rencana One Way Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah
Fokus Kualitas
Di sisi lain, BGN juga meminta SPPG tidak langsung reaktif menanggapi narasi liar di media sosial terkait program MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang mencontohkan beberapa peristiwa yang sempat viral di media sosial.
Misalnya dugaan temuan benda asing dalam makanan hingga isu keracunan makanan di sejumlah daerah.
Namun setelah ditelusuri, beberapa kejadian tersebut tidak sepenuhnya sesuai narasi yang beredar di medsos.
"Oleh karena itu, seluruh pengelola SPPG lebih baik fokus memperhatikan secara ketat proses pengolahan makanan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga," kata Nanik, Minggu (8/3/2026).
BGN berharap para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak hanya menjalankan operasional program secara baik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Termasuk juga upaya menangkal berbagai misinformasi yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap program MBG.
Nanik lantas mencontohkan salah satu menu program MBG yang sempat viral di medsos karena disebut hanya berisi mie dan satu buah pisang.
Namun setelah dikonfirmasi kepada SPPG dan pihak sekolah penerima manfaat, ternyata menu tersebut juga dilengkapi dengan ayam.
Kasus lain adalah video yang ramai beredar mengenai penolakan Program MBG di MTs Negeri 4 dan MAN 8 di Cilincing, Jakarta Utara.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa di Cilincing tidak terdapat sekolah dengan nama MTs 4 maupun MAN 8.
Selain itu, sempat ramai kasus di Purworejo yang awalnya dikaitkan dengan MBG, namun setelah ditelusuri ternyata berkaitan dengan konsumsi makanan dari acara hajatan masyarakat.
Dari berbagai kasus tersebut, Nanik menekankan bahwa pengelolaan makanan dalam jumlah besar tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan tingkat kematangan dan standar kebersihan.
"Ini masaknya sudah pakai berbagai alat-alat modern tapi masih ada keracunan?"
"Sebetulnya, bukan keracunan, kalau menurut saya adalah lebih pada sistem tata kelola," ujarnya.
Nanik juga mengingatkan kembali kepada SPPG tentang pentingnya standar sanitasi makanan, utamanya terkait penggunaan pemanas air dalam proses pencucian ompreng di dapur MBG, sebagai bagian dari upaya menjaga higienitas peralatan makan yang digunakan dalam Program MBG. (*)
Sumber Kompas.com
| Inilah Sosok Sopir Penyeruduk Siswa Istirahat di Depan Sekolah, 1 Korban Tewas Kelas 4 SD |
|
|---|
| Mobil Kepala Dinas Seruduk Belasan Siswa SD di Depan Sekolah, 1 Tewas 8 Terluka |
|
|---|
| 3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi, Tawarkan Program Haji Tanpa Antre |
|
|---|
| Permintaan Maaf Lengkap Menteri PPPA Arifatul Fauzi Soal Gerbong Perempuan |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Penahanan Fadia Arafiq Diperpanjang Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260303_Wakil-Kepala-Badan-Gizi-Nasional-BGN-Nanik-Sudaryati-Deyang_1.jpg)