Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sosok Muhammad Suryo Bos Rokok HS Magelang yang Mangkir Dipanggil KPK, Ini Kasus yang Menjeratnya

Saat masih berduka kehilangan istri karena kecelakaan, bos rokok HS dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
IST/Kolase Tribunnews dan instagram suryagroup
BOS ROKOK - (kiri) Bos Rokok HS Muhammad Suryo saat video call dengan korban kecelakaan yang ditabraknya. (kanan) Foto Muhammad Suryo diambil dari instagram suryagroup. Muhammad Suryo, pengusaha rokok HS mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di wilayah Palihan, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/3/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Muhammad Suryo dikenal sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dari bawah.
  • Ia merupakan pria kelahiran Lampung Timur.
  • Pada 2024, ia mendirikan pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, yang awalnya hanya mempekerjakan sekitar 30 pekerja linting.

TRIBUNJATENG.COM –Pengusaha rokok HS yang beroperasi di Magelang, Muhammad Suryo kembali menjadi sorotan. Saat masih berduka kehilangan istri karena kecelakaan, ia dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (2/4/2026).

Muhammad Suryo diketahui tak memenuhi panggilang tersebut.

Karenanya akan dilakukan penjadwalan ulang.

“Untuk Saudara MS tidak hadir, belum ada konfirmasi,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Bos Rokok HS Akhirnya Ziarah ke Makam Istri, Menangis dan Sampaikan Janji

Baca juga: Istri Meninggal dalam Kecelakaan Harley Davidson, Bos Rokok HS Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

KPK mengimbau agar Muhammad Suryo bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik pada jadwal berikutnya.

Ia juga memberikan ultimatum agar Suryo bersikap kooperatif dengan memenuhi pemanggilan tim penyidik guna memberikan keterangan yang sebenarnya.

Budi menekankan bahwa setiap keterangan dari saksi diperlukan guna membuat konstruksi perkara korupsi ini menjadi terang benderang.

“Kami mengimbau kepada Saudara MS ataupun pihak-pihak saksi lainnya agar ke depan kooperatif bisa memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang dibutuhkan.

Setiap keterangan dari saksi tentunya penting dan dibutuhkan untuk membantu mengungkap perkara ini menjadi terang benderang,” tegas dia.

Selain Muhammad Suryo, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pihak swasta lainnya, yakni Arief Harwanto dan Johan Sugiarto.

Ketiganya sedianya akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dan penerimaan gratifikasi yang teleh menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) Kementerian Keuangan, yang telah jadi tersangka.

Sebagai informasi, kasus korupsi di lingkungan Ditjen Bea Cukai ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026 lalu. 

7 Orang Tersangka

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka terkait dugaan suap tersebut.

Ketujuh tersangka itu yakni mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea Cukai periode 2024 hingga Januari 2026 Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen P2 Ditjen Bea Cukai Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea Cukai Orlando Hamonangan, serta Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Budiman Bayu Prasojo. 

Selanjutnya dari pihak swasta terdapat pemilik PT Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Cargo Andri, dan Manajer Operasional PT Blueray Cargo Dedy Kurniawan.

KPK saat ini tidak hanya mengusut kasus dugaan suap terkait importasi. 

Dalam pengembangan perkara, penyidik turut mendalami dugaan korupsi pengurusan cukai. 

Hal itu digenjot setelah KPK menyita uang tunai senilai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah aman (safehouse) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada 27 Februari 2026 lalu.

Guna mengusut tuntas aliran dana dan mekanisme pengurusan cukai tersebut, KPK juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah pengusaha rokok di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Sehari sebelum memanggil Suryo, penyidik KPK telah lebih dulu memeriksa pengusaha rokok asal Pasuruan Martinus Suparman, pemilik PT Rizqy Megatama Sentosa (RMS) Rokhmawan, serta pengusaha rokok asal Kudus yang juga pemegang merek Conrad dan Millions.

Muhammad Suryo pemilik perusahaan rokok HS di Magelang akan memberangkatkan 150 karyawannya untuk beribadah umroh ke Tanah Suci tahun ini.
Muhammad Suryo pemilik perusahaan rokok HS di Magelang akan memberangkatkan 150 karyawannya untuk beribadah umroh ke Tanah Suci tahun ini. (IST)

Modus Manipulasi Pita Cukai

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, KPK menemukan dugaan kecurangan dalam pembayaran cukai rokok.

Modus yang digunakan adalah membeli pita cukai dengan tarif rendah yang seharusnya diperuntukkan bagi industri rokok rumahan manual, kemudian pita tersebut digunakan pada rokok produksi mesin yang seharusnya dikenakan tarif lebih tinggi.

Selain manipulasi pita cukai, penyidik juga menemukan dugaan konspirasi yang lebih luas terkait pengaturan jalur impor barang.

Siapa Muhamamd Suryo?

Muhammad Suryo dikenal sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dari bawah. Ia merupakan pria kelahiran Lampung Timur.

Saat ini, Suryo menjabat sebagai CEO Surya Group Holding Company sekaligus pendiri merek rokok HS.

Masa kecil hingga SMA ia habiskan di Lampung, sebelum keluarganya pindah ke Bengkulu.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta dengan mengambil jurusan Agribisnis.

Perjalanan bisnisnya dimulai dari usaha kecil. Saat masih tinggal di Yogyakarta, ia pernah menjalankan usaha depot air isi ulang.

Seiring waktu, Suryo mengembangkan usahanya ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, migas, hingga properti. Puncaknya, ia merintis industri rokok melalui merek HS.

Pada 2024, ia mendirikan pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, yang awalnya hanya mempekerjakan sekitar 30 pekerja linting.

Namun dalam waktu relatif singkat, perusahaan tersebut berkembang pesat dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah perekrutan tenaga kerja secara inklusif, tanpa mempersyaratkan ijazah tinggi, usia tertentu, ataupun pengalaman kerja, selama calon pekerja memiliki kemauan untuk belajar.

Di tengah pertumbuhan bisnisnya, Muhammad Suryo juga dikenal aktif melakukan ekspansi industri.

Salah satu rencana pengembangan yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik rokok baru di Lampung Timur.

Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, sekaligus memperluas jaringan produksi merek HS di berbagai daerah.

Kini, di tengah ujian berat akibat kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya, sosok Muhammad Suryo kembali menjadi sorotan publik, bukan hanya karena bisnisnya, tetapi juga karena upaya tanggung jawab dan permintaan maaf yang ia sampaikan kepada korban. (Tribunnews)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved