Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Sudah Nabung Bertahun-tahun, Pasangan Lansia Terlantar Akibat Penipuan Umrah

Uang tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit bertahun-tahun, ditambah hasil patungan anak-anak mereka, menguap tak berbekas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Pixabay.com
ILUSTRASI LANSIA: Malang nasib Nenek Tema dan suaminya, Rivai, warga Desa Semeteh, Kabupaten Musi Rawas. Keduanya hanya bisa tertunduk lesu setelah menyadari telah menjadi korban penipuan umrah. (Pixabay.com) 

TRIBUNJATENG.COM, LUBUKLINGGAU – Malang nasib Nenek Tema dan suaminya, Rivai, warga Desa Semeteh, Kabupaten Musi Rawas.

Keduanya hanya bisa tertunduk lesu setelah menyadari telah menjadi korban penipuan.

Uang tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun, ditambah hasil patungan anak-anak mereka, kini menguap tak berbekas.

Baca juga: Kasus Penipuan Berkedok Bisnis Sapi Terbongkar, Warga Banyumas Kehilangan Rp 600 Juta

Harapan besar untuk bersujud di depan Kakbah justru berakhir dengan pilu di sebuah penginapan di Jakarta.

Mereka adalah bagian dari rombongan jamaah yang diduga menjadi korban penipuan umrah oleh biro perjalanan Ummi Wisata Travel Lubuklinggau.

Video yang menarasikan nasib mereka sempat viral setelah diunggah oleh akun Facebook Endi Semeteh dan ditonton ratusan ribu kali.

"Di ibu kota, mereka justru terlantar hingga 15 hari tanpa kepastian keberangkatan," ujar Endi dalam video tersebut.

Modus "Janji Manis" dan Visa yang Tak Terbit

Keluarga korban menceritakan bahwa pemilik Ummi Travel, pasangan suami istri berinisial JA dan YN, sempat datang langsung ke rumah korban dengan membawa koper untuk meyakinkan mereka.

Tanpa rasa curiga, keluarga menyetorkan uang muka sebesar Rp 20 juta, yang kemudian dilunasi hingga total Rp 40 juta.

Namun, saat rombongan berangkat dari Palembang pada 4 Februari 2026, mereka hanya tertahan di Jakarta.

Dari 20 orang, hanya 12 yang akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci, itu pun setelah membayar kembali dengan biaya pribadi mencapai Rp 73 juta melalui travel lain.

Nenek Tema dan suaminya terpaksa pulang ke Musi Rawas dengan tangan hampa.

Modus serupa ternyata pernah dialami 24 jamaah lain pada Juli 2025.

Koordinator jamaah, Ustadz YP, bahkan harus menjual mobil dan harta pribadinya demi memberangkatkan jamaah yang telanjur menggelar acara syukuran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved