Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Anak SMP Nekat Panjat Tower 72 Meter Setelah Rebutan Ponsel dengan Kakak

Seorang siswa SMP nekat memanjat tower BTS setinggi puluhan meter setelah terlibat pertengkaran dengan keluarganya.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JABAR
PANJAT TOWER - Kumpulan warga saat aksi menegangkan terjadi di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/4/2026) sore. Seorang siswa SMP nekat memanjat tower BTS setinggi puluhan meter setelah terlibat pertengkaran dengan keluarganya, diduga dipicu persoalan sepele, yakni rebutan handphone dengan sang kakak. (TRIBUN JABAR) 

TRIBUNJATENG.COM, CIREBON - Seorang siswa SMP nekat memanjat tower BTS setinggi puluhan meter setelah terlibat pertengkaran dengan keluarganya.

Penyebabnya diduga persoalan sepele, yakni rebutan handphone dengan sang kakak.

Kejadian menegangkan itu terjadi di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026) sore.

Baca juga: Pasien RSUD Cilacap Tewas Usai Lompat dari Lantai Tiga, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

20260421_PANJAT TOWER#2
PANJAT TOWER - Tangkapan layar detik-detik menegangkan terjadi di Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/4/2026) sore. Seorang siswa SMP nekat memanjat tower BTS setinggi puluhan meter setelah terlibat pertengkaran dengan keluarganya, diduga dipicu persoalan sepele, yakni rebutan handphone dengan sang kakak. (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Peristiwa itu pertama kali menyita perhatian warga sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari video yang beredar, tampak sosok remaja berada di ketinggian tower dengan latar langit sore yang masih terang.

Di bawahnya, warga mulai berkerumun, sebagian berteriak panik, sementara yang lain mencoba memastikan kondisi korban dengan mendongak ke atas.

Suasana semakin tegang ketika petugas dari berbagai unsur berdatangan, mulai dari TNI, Polri hingga pemadam kebakaran.

Mereka bersiaga di sekitar lokasi sambil terus memantau pergerakan korban yang bertahan di atas struktur besi setinggi sekitar 72 meter tersebut.

Menjelang petang, jumlah warga yang menyaksikan semakin banyak.

Dalam sejumlah foto yang beredar, terlihat aparat dan warga berdiri di depan rumah sekitar lokasi, hampir semuanya mengarahkan pandangan ke atas.

Beberapa orang menyalakan senter ponsel untuk membantu melihat posisi korban saat cahaya mulai redup.

Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebut, korban merupakan remaja berusia belasan tahun yang nekat memanjat tower karena persoalan keluarga.

“Korban merupakan seorang remaja, diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri setelah terjadi masalah di lingkungan keluarga,” ujar Eno dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Dalam proses evakuasi, petugas tidak langsung melakukan tindakan paksa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved