Berita Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Penjaga Kebun Rencanakan Perampokan hingga Tewaskan Ustazah Hasanah
Seorang ustazah di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi korban pembunuhan.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BANJARBARU - Seorang ustazah di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi korban pembunuhan.
Korban bernama Hasanah.
Motif pembunuhan akhirnya terungkap.
Baca juga: Diduga Dibunuh, Wanita Muda Guru Ponpes Ditemukan Tewas Mengenaskan di Lahan Kosong
Pelaku mengaku nekat menghabisi korban karena terdesak kebutuhan ekonomi, terutama untuk biaya sekolah anak.
Korban ditemukan tewas setelah sempat dilaporkan hilang usai bekerja dan mengajar di pondok pesantren.
Kedua pelaku dalam kasus ini telah berhasil ditangkap pihak kepolisian dan kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.
Permintaan terakhir korban
Ibu sambung korban, Mudiah, mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirim pesan yang terasa tidak biasa.
“Ada pesan WA-nya. Dia bilang sangat haus dan minta dititipkan es. Itu dia dari toko,” kata Mudiah, Selasa (28/4/2026).
Mudiah kemudian sempat menemui korban pada sore hari saat mengantarkan minuman ke tempat kerjanya.
Pertemuan tersebut menjadi momen terakhir keduanya bertatap muka.
“Sempat (bertemu), tapi dia tidak banyak bicara, cuma diam saja… Dia cuma tersenyum,” ujarnya dengan suara terbata.
Korban tak pulang ke rumah
Korban diketahui menjalani aktivitas sebagai pengajar di pondok pesantren sekaligus bekerja paruh waktu di sebuah toko di Martapura.
Ia dilaporkan tidak kembali ke rumah dan tidak hadir mengajar keesokan harinya.
| Wanita Ditusuk Tetangga Pakai Pisau saat Melintas di Gang Sambil Gendong Cucu |
|
|---|
| Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok gara-gara Senggolan Motor di Jalan |
|
|---|
| Pria Ditemukan Tewas Gosong, Diduga Kesetrum saat Mau Curi Kabel |
|
|---|
| Iming-iming Uang, Pria Berjaket Ojol Diduga Culik dan Perkosa Bocah SD Hingga Pendarahan |
|
|---|
| Dikira Satu-satunya Ternyata Istri Kedua, Dokter Ini Laporkan KTP Ganda Suami dan Aset Raib Rp1 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260503_Rekontruksi-kasus-pembunuhan-Ustazah-guru-pesantren_1.jpg)