Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Tebing 250 Meter Longsor Sapu Rombongan Wisatawan, Aida dan Winda Tewas Terseret 100 Meter

Tangis histeris memecah keheningan lereng perbukitan Curug Cileat, Sabtu (16/5/2026) siang. 

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi kedua wisatawan yang terseret longsor di Curug Cileat. (DOK. TAGANA SUBANG/KOMPAS.COM) (Ahya Nurdin) 

"Katanya ada suara gemuruh, terus longsor turun. Yang tiga sempat lari, yang dua enggak sempat," ucap Rifky dengan nada lirih.

Sinta Bela, Sari Nengsih, dan Sulistia yang berada di posisi depan berhasil menyelamatkan diri dari runtuhan.

Sementara Aida dan Winda yang berada di posisi belakang langsung tersapu material longsoran yang mengarah ke aliran Sungai Cileat.

Operasi SAR yang dramatis

Kengerian detik-detik runtuhnya tebing 250 meter itu juga disaksikan oleh Elza, seorang wisatawan asal Purwakarta yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sebelum bencana terjadi, Elza bahkan sempat berinteraksi dengan rombongan korban dan mengingatkan mereka untuk segera turun karena cuaca yang kian membahayakan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, mengonfirmasi kesaksian tersebut.

“Berdasarkan penuturan Elza kepada kami, longsor tersebut terjadi saat korban bersama rombongan beriringan melintasi jalan sempit. Namun tiba-tiba ada suara air yang terdengar sangat deras. Tak lama kemudian longsor jatuh, nah kedua korban tersebut langsung terbawa longsor. Dan di sana enggak ada jalan lagi, karena sudah tertutup longsor,” tutur Udin Jazudin kepada Kompas.com.

Upaya pencarian langsung dilakukan sejak Jumat sore oleh BPBD dan warga setempat.

Namun, setelah 5 jam menyisir area hingga pukul 19.30 WIB, pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat hujan kembali turun yang memicu risiko terjadinya longsor susulan.

Pada Sabtu (16/5/2026) pagi, operasi SAR kembali dilanjutkan dengan skala yang lebih besar.

Sebanyak 120 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan, hingga warga setempat diterjunkan.

Medan yang dihadapi tim SAR sangat ekstrem.

Mereka harus berjalan kaki lebih dari dua jam menembus hutan, menuruni tebing curam, serta memasang tali pengaman di titik-titik rawan longsoran demi keselamatan petugas.

Kasi Operasi Kantor SAR Bandung, Mochammad Adip, menyebutkan bahwa tim harus membagi area pencarian menjadi dua regu untuk menyisir material longsoran yang membentang dari ketinggian 50 meter di atas jalan hingga 100 meter ke bawah jurang sungai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved