Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

"Coba Kau Tembak Saya di Dada" Kelakar Awal Insiden Tewaskan Mahasiswa

Insiden penembakan yang menewaskan Mario diawali dengan kalimat candaan atau kelakar dari korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA
ILUSTRASI JENAZAH: Kasus penembakan terjadi di Gokat, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Mario Marselino Kurra (24), mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris (Unmaris) Sumba, tewas setelah terkena tembakan senapan angin di bagian dada sebelah kanan. (TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, SUMBA BARAT DAYA - Mario Marselino Kurra (24), mahasiswa semester akhir Universitas Stella Maris (Unmaris) Sumba, tewas setelah terkena tembakan senapan angin di bagian dada sebelah kanan. 

Kasus penembakan ini terjadi di kediaman korban di Gokat, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. 

Aparat bergerak cepat dan telah resmi menetapkan pria berinisial ABK (20) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penembakan mahasiswa di Sumba tersebut.

Baca juga: 2 Bocah Histeris Lihat Ayah Tewas Bersimbah Darah Ditembak saat Jualan Geprek, Pelaku Serahkan Diri

Kronologi

Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Harianto Rantesalu melalui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya Iptu Yakobus K Sanam menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelaku ABK mendatangi kios milik keluarga korban untuk membeli rokok.

Saat itu, ABK dilayani oleh adik korban.

Setelah keluar dari kios, pelaku disapa oleh korban yang tengah berada di depan kios. 

Pertemuan tersebut diwarnai dengan kalimat candaan atau kelakar dari korban.

"Korban sempat mengeluarkan kalimat bercanda atau kelakar, 'coba kau tembak saya di bagian dada'. Pelaku pun langsung mengokang senapan angin miliknya dan melepaskan tembakan sebanyak satu kali mengenai dada kanan korban hingga mengakibatkan korban jatuh ke tanah," kata Iptu Yakobus Sanam saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Ayah kandung korban, Petrus Ngongo Kurra, beserta paman korban, Lambertus Gaina Bara, dan ibu angkat korban, Yuliana Rambi, yang saat itu berada di belakang rumah, langsung panik setelah mendengar teriakan dari luar.

"Saat kejadian saya bersama istri berada di belakang rumah. Sedangkan anak kami, Mario berada di depan, menjaga kios. Dia duduk di bale-bale depan kios. Saat itu, korban sedang melayani tamu yakni membeli es krim," ujar Petrus.

Hanya berselang 3 hingga 4 menit setelah korban meminta uang untuk membayar es krim pesananya, penjual es krim berteriak histeris. 

"Terdengar suara teriakan panggilan dari penjual es bahwa anaknya terkena tembakan. Seketika ke depan, melihat darah sudah menetes dari dada kanan. Korban sudah tidak ada suara lagi. Masih ada napas cuma tidak ada suaranya," tutur Petrus lirih.

Keluarga sempat meminta konfirmasi langsung kepada pelaku yang masih berada di lokasi kejadian.

"Saya sempat bertanya kepada pelaku, apa yang kau lakukan terhadap anak saya dan dia menjawab hanya main gila," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved