Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Horizzon

Ikut Mengawal Reformasi Jilid 2

Embrio lahirnya Reformasi Jilid 2 yang mulai tumbuh ini harus dirawat dan dipastikan tumbuh

Tayang:
DOK
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Jateng 

Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto 
Pemimpin Redaksi Tribun Jateng

MEREKA yang ada di kekuasaan saat ini terdiri atas tiga golongan. Pertama, bagian dari Orde Baru yang kembali bangkit, kedua, aktivis yang ideologinya tergadaikan, dan ketiga, penjegal konstitusi yang stupid. Namun sebagai bagian dari kayu bakar reformasi, saya tidak pernah merasa kecewa melihat sejumlah orang yang dulu ada di barisan yang sama, kini berada di posisi yang dulu sama-sama kita lengserkan.  

Berkoalisinya Orde Baru, kawan-kawan di barisan Reformasi 98 dan bocah-bocah penjegal konstitusi merupakan pelajaran sejarah yang harus diterima. Hitung-hitung, kenyataan itu merupakan bagian dari sentilan semesta agar pemilik akal waras tak lagi abai dalam mengawal kewarasan itu sendiri. 

Klaim untuk tidak kecewa dengan kenyataan sejarah tersebut haruslah dikuatkan. Saya tak ingin gelombang dan riak, yang sketsanya mulai tampak tak kemudian kabur begitu saja. 

Embrio lahirnya Reformasi Jilid 2 yang mulai tumbuh ini harus dirawat dan dipastikan tumbuh. Apalagi, embrio yang menjadi cikal bakal perubahan ini hidup di alam keputusasaan yang akut. Semua tahu, embrio ini bakal tumbuh semakin cepat, ketika alam keputusasaan yang sudah berlangsung sekian lama, pelan dan pasti bakal bergeser ke alam perlawanan. 

Boleh jadi, embrio Reformasi Jilid 2 ini masih perlu diuji ketahanannya. Namun bukankah hal yang sama juga dialami di era 97-98 yang juga butuh proses panjang untuk menjadikan embrio tersebut menjadi gelombang reformasi yang menumbangkan rezim? 

Ingat! Reformasi 97-98 tidak ujug-ujug lahir sebagai gerakan massa yang mampu menembus barikade kekuasaan. Kekuatan besar itu lahir dari gerakan-gerakan kecil, yang awalnya dicibir. 

Reformasi 97-98 lahir dari kerasahan yang muncul dari kampus-kampus yang kala itu juga terbelenggu kemapanan. Gerakan ini muncul dari segelintir kawan yang rela menenteng megafon keliling dari kelas-kelas untuk mengais akal waras yang tersisa. 

Jangan salah. Segelintir mahasiswa yang rela bolos kuliah demi menenteng megafon ini juga tak sering dianggap gila dan antikemapanan. Apalagi sebelum gerakan ini mulai membesar, tak pernah ada yang berani memelihara pikiran bahwa Orde Baru bisa dilawan. 

Beruntung, pelan namun pasti perlawanan terhadap Orde Baru ini mulai mengkristal dan menemukan isu tunggal yang bermuara pada lengsernya Soeharto, presiden yang kala itu sudah berkuasa selama 32 tahun. Hampir sama dengan situasi saat ini, memanasnya situasi politik berdampak pada ambruknya sektor ekonomi. Kurs rupiah yang sebelumnya stabil di kisaran Rp 2.300 - Rp 2.300 per USD merosot hingga ke angka Rp 16.000 sampai Rp17.000 per USD. 

Jika boleh digambarkan, pada awal 1990-an, harga nasi bungkus di pinggiran kampus berkisar di harga 200 hingga 250 perak. Menjelang pecahnya reformasi, ekomoni yang morat-marit mendongkrak harga nasi bungkus di pinggiran kampus di kisaran Rp 700 hingga Rp 800. 

Satu lagi yang boleh digambarkan kala itu adalah, sempat terjadi rush money, di mana publik tak percaya lagi kepada perbankan yang membuat mereka ramai-ramai menarik simpanan hingga menambah kepanikan psikologis dari kacamata ekonomi. 

Bagi yang mengalami era 97-98, terutama mereka yang ikut di barisan mahasiswa, kondisi saat ini adalah déjà vu. Untuk itu rasanya tak salah jika bersiap untuk menyambut dan bahkan ikut merawat kelahiran Reformasi Jilid 2, yang embrio dan sketsanya mulai tampak. 

Saya tahu, ada keraguan untuk membuat kelahiran Reformasi Jilid 2 ini lahir di waktu dekat. Keraguan itu satu di antaranya adalah ketika terjadi seperti 97-98, maka negeri ini akan dipegang oleh bocah yang kelahirannya dari hasil mengangkangi sekaligus memperkosa konstitusi. 

Agar keraguan ini sirna, konstruksi dari Reformasi Jilid 2 ini memang harus disusun lebih seksama. Ini juga sekaligus kita belajar dari kenyataan sejarah. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved