Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Nasib Guru di Sleman Setelah Viral Diminta Mencicipi MBG, Ikut Keracunan Bersama 378 Siswa

Nasib dua guru dilaporkan juga mengalami gejala keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (27/8/2025).

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.com/ANDHI DWI)
Menu MBG di SMAN 10 Surabaya,. 

Sebelumnya, Susmiarto menginstruksikan agar guru mengecek dan mencicipi menu MBG sebelum dibagikan ke siswa sebagai respons terhadap insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa di empat SMP di Kapanewon Mlati.

“Dinas Pendidikan sudah sering menyampaikan ke sekolah, kalau menerima MBG dari penyedia tolong dicek, diicipi, dipantau. Guru itu tugasnya seperti itu,” kata Susmiarto, Rabu (20/8/2025).

Dalam insiden keracunan di Mlati, seorang guru juga mengalami gejala keracunan setelah mencicipi makanan.

Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme filter sudah berjalan, meski tetap kecolongan.

Pemkab pun menilai perlunya SOP yang lebih tegas untuk pencegahan yang konsisten.

“Ya sudah dibuat (SOP) tertulis. Sehingga kita sudah melakukan mitigasi,” tambahnya.

Namun, sejumlah guru di Kabupaten Sleman mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut.

Mereka menilai kebijakan ini muncul mendadak setelah insiden keracunan dan belum melalui kajian matang.

Guru keberatan Salah satu guru SMP berinisial J mengatakan bahwa instruksi mencicipi MBG baru muncul setelah kejadian keracunan di Mlati.

“Sebelum itu belum ada, adanya setelah kejadian di Mlati,” kata J saat dihubungi, Senin (25/8/2025).

Menurut J, hingga saat ini belum ada surat resmi terkait kewajiban mencicipi MBG, meskipun kepala sekolah sudah menyampaikan arahan tersebut.

“Kami belum menerima suratnya, cuman kemarin baru dari kepala sekolah,” ujarnya.

Kebijakan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan guru.

“Menjadi gaduh di tempat kami. Gaduh karena dampak dari keracunan itu, seolah-olah kami ini kemudian menjadi korban dari kebijakan yang belum matang untuk distribusi makanan,” tegasnya.

Guru SD berinisial A juga menilai kebijakan ini tidak tepat meskipun niat pemerintah sebenarnya baik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved