Wonosobo
Pemkab Wonosobo dan Forkopimda Gelar Diskusi Publik di Tengah Dinamika Nasional
Menyikapi perkembangan situasi nasional yang semakin dinamis, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama unsur Forkopimda.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Menyikapi perkembangan situasi nasional yang semakin dinamis, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama unsur Forkopimda menggelar Diskusi Publik Lintas Elemen Masyarakat, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan ini sebagai ruang terbuka bagi generasi muda menyampaikan pandangan dan harapan secara langsung.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat khususnya pelajar.
Tujuannya, memperkuat komunikasi, membangun pemahaman, serta memastikan suasana tetap kondusif di tengah maraknya isu yang berkembang di berbagai daerah.
Baca juga: Chord Kunci Gitar Berpindah Hati Raisa
Baca juga: BREAKING NEWS, SU Mahasiswa Unnes Tersangka Penjarahan DPRD Jepara, TV 42 Inch Jadi Buktinya
Baca juga: Chord Kunci Gitar Awal Kisah Selamanya Raisa Feat Barsena Bestandhi
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bagian dari bahan evaluasi pemerintah.
"Evaluasi, bagi kami semua masukan dari masyarakat akan kami terima," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bagian dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
"Kami berikhtiar mungkin untuk memberikan pelayanan yang prima," ungkapnya.
Afif juga menekankan pentingnya pendidikan dan motivasi untuk pelajar. Ia melihat anak muda sebagai generasi penerus yang harus terus dirangkul dan didampingi.
"Anak-anak ini kan dalam masa depan Indonesia. Kami berupaya berkomunikasi yang baik, kasih sayang dengan setulus-tulusnya," ungkapnya.
Terkait situasi nasional, ia berpesan agar generasi muda tetap fokus dan tidak mudah terbawa arus. Bupati juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru.
"Hormatilah orang tua, hormatilah bapak ibu guru," tandasnya.
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menilai, siswa terlebih OSIS sebagai agen keteladanan yang punya peran strategis di sekolah.
Ia mengajak pelajar untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang berkembang.
"Jangan ikut terprovokasi, itu tidak ada manfaatnya," tegasnya.
Kapolres menegaskan bahwa menyampaikan pendapat boleh, tapi harus sesuai aturan. Ia juga menyoroti efek viral dari media sosial yang bisa berdampak luas.
"Tidak boleh merusak fasilitas, dan berbuat anarkis," lanjutnya.
Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, menambahkan bahwa kondisi Wonosobo sejauh ini aman dan stabil.
Namun ia mengingatkan, literasi digital harus ditingkatkan agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif.
"Wonosobo relatif kondusif. Informasi di sosmed bisa memprovokasi," ucapnya.
Ia mengajak siswa tetap fokus pada tujuan utama mereka di bangku sekolah.
Diskusi publik ini menjadi ruang sehat bagi pelajar dan masyarakat untuk menyuarakan pendapatnya. Di tengah maraknya provokasi, Wonosobo memilih jalan dialog dan kolaborasi. (ima)
| Indeks Kerukunan Wonosobo Tembus 86 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional |
|
|---|
| Mahasiswa Unsiq Wonosobo Geruduk Rektorat, Tolak Kebijakan Cuti Paksa |
|
|---|
| Wonosobo Gaungkan Literasi Digital, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Cerdas Hadapi Hoaks |
|
|---|
| Kontes Sapi Jelang Idul Adha di Wonosobo Berhadiah Mobil Hingga Umroh |
|
|---|
| Bupati Afif Nurhidayat Dorong IPHI Wonosobo Fokus pada Pengabdian dan Pemberdayaan Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250904_Diskusi-Publik.jpg)