Setelah Dibebaskan Saat Banjir, Para Napi Lapas Tamiang Aceh Belum Ditemukan
Keputusan melepas para napi diambil ketika air bah naik sangat cepat dan menyelimuti area lapas. Situasi tak lagi memungkinkan penjagaan karena bangu
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Setelah Dibebaskan Saat Banjir, Para Napi Lapas Tamiang Aceh Belum Ditemukan
TRIBUNJATENG.COM – Kericuhan terjadi setelah banjir besar menerjang Aceh Tamiang dan memaksa satu lembaga pemasyarakatan melepaskan seluruh warga binaannya.
Hingga Minggu (7/12/2025), petugas memastikan mereka belum mengetahui di mana para narapidana itu berada.
Keputusan melepas para napi diambil ketika air bah naik sangat cepat dan menyelimuti area lapas. Situasi tak lagi memungkinkan penjagaan karena bangunan terendam sampai ke bagian atap.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa kondisi ekstrem itu membuat petugas hanya bisa menyelamatkan nyawa para warga binaan, bukan mempertahankan mereka tetap berada di dalam sel.
“Air Sudah Sampai Seatap”
Agus menjelaskan bahwa pelepasan narapidana tersebut bukan tindakan spontan, melainkan keputusan darurat karena ancaman keselamatan yang sangat tinggi.
"Ada satu lapas di Tamiang karena sudah (air) sudah sampai seatap terpaksa warga binaan yang di sana harus dikeluarkan dengan alasan kemanusiaan," ujarnya di Kantor Imipas, dikutip Tribun Medan.
Namun, setelah para napi dikeluarkan, pihak Kemenimipas hingga kini belum menerima laporan mengenai keberadaan mereka.
"Sampai saat ini kita belum tahu keberadaan mereka di mana karena situasi dan kondisi," sambung Agus.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk memastikan para napi dapat kembali ketika kondisi sudah memungkinkan.
Pemindahan Warga Binaan Lapas Lain
Agus menyebut bahwa sejumlah lapas di Aceh, Sumut, dan Sumbar ikut terdampak banjir maupun longsor, meskipun tidak separah Aceh Tamiang. Warga binaan di lapas-lapas tersebut telah dipindahkan ke fasilitas pemasyarakatan lain yang lebih aman.
"Mereka dipindahkan ke lapas dan rutan lainnya. Mereka akan ada di tempat-tempat lapas," jelasnya.
Sementara itu, untuk narapidana yang dikeluarkan dari lapas Tamiang, proses pencarian akan dilakukan setelah banjir benar-benar surut.
"Mudah-mudahan nanti setelah semuanya reda, nanti akan bisa kembali," kata Agus.
Gubernur Aceh Sindir Bupati yang Mengaku Tak Sanggup Tangani Banjir
Di tengah proses penanggulangan bencana, muncul polemik setelah tiga bupati di Aceh menyatakan tidak mampu menangani banjir besar ini. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem).
"Yaa jangan cengeng lah orangnya jadi bupati… jangan lari dari tanggung jawab," ucapnya tegas.
Mualem meminta kepala daerah yang menilai dirinya tidak mampu untuk mundur saja.
Bupati Aceh Selatan Dikecam karena Umrah Saat Daerah Dilanda Banjir
Kontroversi semakin besar saat Bupati Aceh Selatan, Mirwan, diketahui sedang berada di Tanah Suci untuk umrah.
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menilai tindakan tersebut tidak pantas.
"Secara etika dan kemanusiaan, yang bersangkutan tidak pantas untuk meninggalkan daerahnya di tengah derita warga," ujarnya.
Kemendagri juga diminta menelusuri apakah keberangkatannya sudah mengantongi izin.
Pihak Pemkab Aceh Selatan membantah Mirwan meninggalkan daerah saat banjir. Mereka menyebut keberangkatan dilakukan setelah debit air dinilai menurun dan kondisi stabil.
(*)
| Aroma Rendang Daging Kurban Akhiri Pelarian Nasriyatno, Ia Keluar dari Persembunyian karena Lapar |
|
|---|
| Tak Bisa Terima Kenyataan Dipenjara Seumur Hidup, Mantan Polisi Coba Kabur |
|
|---|
| Supriadi Napi Kasus Korupsi Bebas Blusukan ke Cafe, Begini Nasib Petugas Pengawal |
|
|---|
| Buka Puasa dalam Satu Meja, Ketika Eks Napiter dan Yayasan Kristen Berbagi Kuah Gulai di Semarang |
|
|---|
| Kondisi Terkini SN Napi Lapas Nusakambangan Asal Lampung Pasca Kabur: Takut Punya Utang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Napi-Lapas-Tamiang.jpg)