3 Balita Tewas Terbakar di Rumah Kayu, Dikunci Ibunya dari Luar
“Begitu ibunya datang, dia langsung teriak minta tolong. Tapi kami tak bisa dekati rumah karena apinya cepat sekali makan kayu-kayunya,” tambah Fais
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
3 Balita Tewas Terbakar di Rumah Kayu, Dikunci Ibunya dari Luar
TRIBUNJATENG.COM – Kebakaran hebat yang terjadi di Gang Mulyo, kawasan Sungai Purun RT 21, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Sulawesi Tenggara, Kamis (11/12/2025) siang, merenggut nyawa tiga balita yang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam rumah kontrakan yang terkunci.
Musibah itu memicu kepanikan luar biasa. Warga yang berlarian sambil berteriak histeris hanya bisa menyaksikan api melumat bangunan kayu yang sudah rapuh, sementara upaya membantu ketiga anak tersebut gagal dilakukan karena kobaran api terlalu cepat membesar.
Tiga korban, masing-masing Abdul Afif Alfrezi (6), Ramadani (4), dan Abizar (1), ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi setelah proses pemadaman selesai. Ketiganya diketahui baru beberapa bulan tinggal di kontrakan tersebut.
Rumah Terkunci, Ibu Pulang dalam Keadaan Panik
Saksi mata, Haji Faisal (54), menuturkan bahwa ia mendengar keributan sekitar pukul 13.00 WITA. Saat keluar rumah, ia melihat asap hitam pekat sudah membumbung tinggi dari bangunan kontrakan yang dihuni satu keluarga.
“Saya dengar orang teriak-teriak, katanya ada api di belakang rumah. Pas saya lihat, nyalanya sudah besar sekali. Warga coba dobrak tapi pintunya terkunci,” ujarnya dikutip dari Tribun Kaltim.
Tak lama kemudian, ibu para korban tiba di lokasi dalam keadaan panik dan berusaha masuk sambil menangis histeris. Diduga, ia sebelumnya pergi sebentar dan mengunci pintu rumah dari luar demi alasan keamanan, tanpa menyangka musibah akan terjadi.
“Begitu ibunya datang, dia langsung teriak minta tolong. Tapi kami tak bisa dekati rumah karena apinya cepat sekali makan kayu-kayunya,” tambah Faisal.
Rumah Tua dari Kayu, Api Membesar dalam Hitungan Menit
Menurut keterangan warga, kontrakan itu merupakan bangunan tua berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat api menjalar sangat cepat sehingga para tetangga kesulitan mendekat.
“Bukan karena jalannya sempit, tapi rumahnya kayu tua. Jadi begitu kena api, langsung habis. Enggak ada suara dari dalam, mungkin anak-anak sudah pingsan karena asap,” kata Faisal.
Petugas pemadam kebakaran tiba tak lama kemudian, namun pengendalian api membutuhkan waktu cukup panjang. Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum bangunan benar-benar padam dan bisa dimasuki.
Ditemukan Berpelukan di Kamar Mandi
Setelah api padam, petugas menemukan ketiga anak itu di dalam kamar mandi. Dua di antaranya berada dalam posisi saling berpelukan, sementara satu lainnya terlentang tak jauh dari mereka.
3 bocah tewas terbakar
sosok balita yang tewas terbakar
dikunci dari luar
3 balita meninggal kebakaran
| Detik-detik Bayi 11 Bulan di Grobogan Tewas Terbakar, Ditinggal Ibu Beli Bubur |
|
|---|
| Benarkah SN Balita Korban Terakhir Kebakaran Renggut 3 Bayi di Kendari Meninggal? Ini Kata Sang Ayah |
|
|---|
| Belum Juga Ganti Baju Usai Kuburkan 2 Anaknya, Arfandi Harus Kehilangan Anak Ketiga yang Terbakar |
|
|---|
| Arfandi Sempat Jenguk Anak sebelum Meninggal, 3 Balita Tewas Terbakar Hidup-hidup: Ikut Ayah ya Nak |
|
|---|
| 3 Bocah Tewas Terbakar Hidup-hidup di Rumah, Siapa Nama Ayah dan Ibu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/2-rumah-panggung-terbakar-di-Desa-Tamalate-Kecamata.jpg)