Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

3 Balita Tewas Terbakar di Rumah Kayu, Dikunci Ibunya dari Luar

“Begitu ibunya datang, dia langsung teriak minta tolong. Tapi kami tak bisa dekati rumah karena apinya cepat sekali makan kayu-kayunya,” tambah Fais

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
IST
ILUSTRASI KEBAKARAN -Kebakaran hebat yang terjadi di Gang Mulyo, kawasan Sungai Purun RT 21, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Sulawesi Tenggara, Kamis (11/12/2025) siang, merenggut nyawa tiga balita yang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam rumah kontrakan yang terkunci. 


3 Balita Tewas Terbakar di Rumah Kayu, Dikunci Ibunya dari Luar

TRIBUNJATENG.COM – Kebakaran hebat yang terjadi di Gang Mulyo, kawasan Sungai Purun RT 21, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Sulawesi Tenggara, Kamis (11/12/2025) siang, merenggut nyawa tiga balita yang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam rumah kontrakan yang terkunci.

Musibah itu memicu kepanikan luar biasa. Warga yang berlarian sambil berteriak histeris hanya bisa menyaksikan api melumat bangunan kayu yang sudah rapuh, sementara upaya membantu ketiga anak tersebut gagal dilakukan karena kobaran api terlalu cepat membesar.

Tiga korban, masing-masing Abdul Afif Alfrezi (6), Ramadani (4), dan Abizar (1), ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi setelah proses pemadaman selesai. Ketiganya diketahui baru beberapa bulan tinggal di kontrakan tersebut.

Rumah Terkunci, Ibu Pulang dalam Keadaan Panik

Saksi mata, Haji Faisal (54), menuturkan bahwa ia mendengar keributan sekitar pukul 13.00 WITA. Saat keluar rumah, ia melihat asap hitam pekat sudah membumbung tinggi dari bangunan kontrakan yang dihuni satu keluarga.

“Saya dengar orang teriak-teriak, katanya ada api di belakang rumah. Pas saya lihat, nyalanya sudah besar sekali. Warga coba dobrak tapi pintunya terkunci,” ujarnya dikutip dari Tribun Kaltim.

Tak lama kemudian, ibu para korban tiba di lokasi dalam keadaan panik dan berusaha masuk sambil menangis histeris. Diduga, ia sebelumnya pergi sebentar dan mengunci pintu rumah dari luar demi alasan keamanan, tanpa menyangka musibah akan terjadi.

“Begitu ibunya datang, dia langsung teriak minta tolong. Tapi kami tak bisa dekati rumah karena apinya cepat sekali makan kayu-kayunya,” tambah Faisal.

Rumah Tua dari Kayu, Api Membesar dalam Hitungan Menit

Menurut keterangan warga, kontrakan itu merupakan bangunan tua berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat api menjalar sangat cepat sehingga para tetangga kesulitan mendekat.

“Bukan karena jalannya sempit, tapi rumahnya kayu tua. Jadi begitu kena api, langsung habis. Enggak ada suara dari dalam, mungkin anak-anak sudah pingsan karena asap,” kata Faisal.

Petugas pemadam kebakaran tiba tak lama kemudian, namun pengendalian api membutuhkan waktu cukup panjang. Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum bangunan benar-benar padam dan bisa dimasuki.

Ditemukan Berpelukan di Kamar Mandi

Setelah api padam, petugas menemukan ketiga anak itu di dalam kamar mandi. Dua di antaranya berada dalam posisi saling berpelukan, sementara satu lainnya terlentang tak jauh dari mereka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved