Kudus
Tangis Nur Khamsiah Warga Aceh di Kudus: Saudara Saya Rumahnya Hilang
Secara simbolis Nur Khamsiah menerima bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor untuk warga Aceh, Sumatera Utara.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Secara simbolis Nur Khamsiah menerima bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor untuk warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan secara simbolis tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pendopo Kudus, Sabtu (20/12/2025).
Khamsiah sendiri bukan termasuk korban bencana alam. Dia merupakan warga asal Aceh yang kini tinggal di Kudus karena mengikuti suaminya.
Baca juga: Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara
Baca juga: PLN Sukses Sambungkan Kembali Interkoneksi Listrik Aceh–Sumatra Pascabencana
Untuk memastikannya, Khomsiah hanya mewakili warga di Pulau Sumatera yang saat ini tengah dirundung duka akibat bencana.
“Jadi saya tidak menerima bantuannya. Bantuan tersebut sudah ditransfer oleh pemerintah Kudus ke pemerintah di tiga provinsi yang terkena bencana,” kata Khamsiah.
Meski hanya mewakili, Khamsiah ikut serta merasakan duka yang mendalam. Pasalnya perempuan 42 tahun yang saat ini menjadi tenaga kesehatan di Puskesmas Wergu tersebut ikut serta merasakan pedihnya bencana.
Apalagi perempuan kelahiran Pidie Jaya Aceh dan pernah tinggal di Bireuen memiliki saudara di sana yang rumahnya hanyut.
“Ada saudara yang rumahnya hilang. Saya di sini tidak bisa pulang. Ada keluarga yang di Pidie Jaya dan Bireuen. Tentu saya sedih,” kata Khamsiah.
Bantuan yang diserahkan untuk korban bencana tersebut senilai Rp 694.534.500. Bantuan tersebut berasal dari APBD Pemerintah Kabupaten Kudus, iuran aparatur sipil negara (ASN) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus.
“Dengan adanya bantuan ini mudah-mudahan bisa meringankan beban mereka yang terdampak. Terima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Bupati,” kata Khamsiah.
Kedatangan Zulkifli Hasan kali ini selain menyerahkan bantuan secara simbolis, juga sekaligus untuk menyerahkan bantuan beras kepada sejumlah warga masing-masing mendapat 5 kilogram. Bantuan tersebut bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan pasar murah.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli juga menjelaskan perihal Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas pemerintah yang dipimpin Prabowo Subianto. Menurutnya, presiden mencanangkan 30 ribu lebih SPPG, yang akan memberikan manfaat kepada 82,9 juta anak-anak sekolah.
“Tujuannya adalah menjamin gizi manusia Indonesia, dengan gizi yang baik, badannya sehat, otaknya cerdas, jadi makin produktif,” kata Zulkifli.
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, kata Zulkifli, merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat. Dia menegaskan, bantuan pemerintah tidak semata-mata bersifat karitatif, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat.
“Kami ingin rakyat berdaya, tidak hanya menunggu dibantu. Tentunya pemerintah tetap akan membantu, tapi lebih dari itu, bantuan pemerintah ini agar rakyat berdaya, kreatif, dan produktif,” kata dia.
| Lahan Pertanian di Wonosoco Kudus Tergenang Banjir Setiap Tahun, Butuh Normalisasi Sungai |
|
|---|
| Pemkab Kudus Masih Godok Tata Laksana WFH |
|
|---|
| 202 Penderita Penyakit Kronis di Kudus Kembali terdaftar Sebagai Peserta PBI JKN |
|
|---|
| Remaja di Kudus Gelar Pesta Miras di Malam Ramadan, Berujung Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Masih Ada 1.954 Balita Stunting di Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251220_PENYERAHAN-BANTUAN-Penyerahan-bantuan-secara.jpg)