Sosok Misri yang Mandi Bersama Brigadir Nurhadi Sebelum Tenggelam, Disebut Psikolog Alami Error
Sosok Misri Puspita Sari, saksi kunci dalam peristiwa tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi
Ringkasan Berita:
- Setelah tewasnya Brigadir Nurhadi, Kompol Made Yogi sempat menelpon Mantan Kasat Reskrim Lombok Utara, AKP Punguan Hutahaean.
- Kompol Yogi antara lain meminta pada AKP Punguan untuk menghapus rekaman CCTV, terutama bagian yang ada perempuannya.
- Dalam kasus tersebut, perempuan yang dimaksud adalah Misri.
TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Sosok Misri Puspita Sari, saksi kunci dalam peristiwa tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi di Villa Tekek The Beach House Hotel Gili Trawangan, Lombok.
Misri adalah teman wanita Kompol I Made Yogi Purusa Utama, terdakwa dalam kasus tersebut.
Ia mendapat bayaran Rp 35 juta dari I Made yogi selama menemaninya.
Misri menjadi saksi mahkota karena ia berada bersama Nurhadi sebelum anggota Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ditemukan tewas.
Baca juga: Misri Ungkap Detik-detik Sebelum Brigadir Nurhadi Tewas, Sempat Mandi Berdua
Sayangnya, Misri disebut memberikan kesaksian yang berbelit-belit.
Untuk menganalisa kejiwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) pun menghadirkan ahli psikologi dalam sidang lanjutan yang berlangsung Kamis (22/1/2026).
Ahli psikologi yang dihadirkan yakni Pujiarohman. Dia dalam perkara ini turut mendampingi Misri salah satu saksi kunci dalam peristiwa tewasnya anggota Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.
Puji memberikan pendampingan kepada Misri selama proses penyidikan berlangsung. Dia mengatakan, dalam proses pendampingan juga dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi psikologi Misri.
"Pemeriksaan itu dilakukan sebanyak tiga kali, 30-31 Juni dan 1 Juli," kata Puji dalam keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (22/1/2026).
Selama proses pendampingan tersebut, Puji mengatakan ada sesuatu yang bisa disampaikan sesuai dengan kondisi mentalnya. Proses ini dilakukan dengan teknis observasi dan wawancara dengan menggunakan metode tes gambar.
Puji mengatakan ketika Misri diminta untuk menjelaskan terkait dengan memori masa kecil, keluarga dia bisa menceritakan dengan lancar. Namun ketika diminta menjelaskan terkait dengan perkara Misri mengalami error.
"Ini metode pertahanan diri, ngeblok. Tidak punya ingatan apa yang harusnya di sampaikan," kata Puji.
Puji juga mengatakan dengan kondisi Misri mengalami kesurupan, ia menilai kondisi tersebut sebagai upaya untuk tidak menyampaikan apa yang seharusnya di sampaikan.
Meskipun pada saat mengalami kesurupan dia sempat menyebut nama salah satu terdakwa yakni Aris Candra.
Puji mengatakan, ada dua hal yang membuat Misri tidak ingin membuka apa yang sebetulnya dia ketahui, pertama merasa tidak nyaman dengan kondisi yang dilihat.
| Bukti Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Dijual Pacar Korban Seharga Rp220 Juta |
|
|---|
| Kapal Antre Seminggu di Tanjung Emas, Industri di Kendal Teriak Desak Pemerintah Cari Solusi |
|
|---|
| Jelang Akreditasi, RSUD Kajen All Out Bangun Budaya Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Belanja Pegawai Wonosobo Tembus 37 Persen, Bupati Afif Percepat Reformasi ASN |
|
|---|
| Geger Mayat Pria Mengapung di Embung Terpus Pati, Ini Kronologi Penemuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260115_misri3.jpg)