Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Perlu Transformasi Menuju Community Hub untuk Atasi Sepinya Plaza Pragolo Pati

Anjloknya pengunjung di Plaza Pragolo Pati, menurut Dian Imami Mashuri SE MM, Pakar Manajemen dan Pemasaran USP disebabkan karena tiga

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
SEPI PENGUNJUNG - Suasana di Plaza Pragolo Pati, Senin (5/1/2026), sepi pengunjung. Pedagang makanan di tempat ini mengeluh karena sangat jarang ada pembeli. 

Dian Imami Mashuri SE MM, Pakar Manajemen dan Pemasaran Universitas Safin Pati (USP) menilai anjloknya pengunjung di Plaza Pragolo Pati disebabkan karena tiga faktor. 

Pertama, kegagalan anchor tenant (penyewa utama). Bioskop (NSC) yang diharapkan menjadi penarik massa (crowd puller) ternyata bekerja secara isolatif.

Pengunjung datang hanya untuk menonton bioskop, lalu pulang, tanpa ada interaksi atau spillover effect ke area UMKM. Ini menunjukkan integrasi tata ruang dan alur aktivitas yang gagal.

Kedua, erosion value proposition. Sebagai "Pusat Unggulan", Plaza Pragolo kehilangan eksklusivitasnya. Jika produk yang dijual di sana bisa ditemukan dengan mudah di pasar tradisional atau toko ritel modern dengan akses lebih gampang, maka konsumen tidak memiliki alasan kuat untuk mampir.

Ketiga, kesenjangan fasilitas dan pengalaman konsumen. Laporan mengenai fasilitas permainan anak yang rusak dan tata ruang yang kaku (seperti gerbang barat yang tertutup) menciptakan negative customer experience.

Dalam ekonomi modern, orang tidak hanya membeli barang, tapi membeli "pengalaman" atau kenyamanan tempat.

Saran saya untuk pemulihan Pragola meliputi lima aspek berikut.

Pertama, transformasi menuju "community hub" dan pusat produktivitas.

Pemerintah daerah perlu mengubah paradigma Plaza Pragolo dari sekadar gedung pameran pasif menjadi pusat aktivitas komunitas yang dinamis. 

Ruang-ruang yang saat ini kosong dapat direfungsi menjadi fasilitas publik yang menarik massa secara rutin, seperti co-working space gratis, area hobi, atau ruang latihan kesenian.

Dengan menciptakan alasan bagi masyarakat (terutama generasi muda) untuk datang dan beraktivitas di sana setiap hari, Plaza Pragolo akan mendapatkan trafik pengunjung tetap yang secara alami akan menjadi calon konsumen bagi pedagang kuliner dan UMKM yang ada.

Anak sekarang suka nongkrong, maka berikan tempat nongkrong yang menarik bagi mereka. Ada hotspotnya agar mereka betah di sana.

Kedua, optimalisasi aksesibilitas dan tata ruang eksternal. Kenyamanan akses merupakan faktor krusial dalam keputusan konsumen untuk singgah, terutama pada lokasi di pinggir jalur cepat seperti Jalan Raya Pati-Kudus.

Pembukaan gerbang sisi barat harus segera dilakukan untuk memudahkan sirkulasi kendaraan agar tidak terjadi penumpukan atau kebingungan akses masuk.

Selain itu, penataan pedagang di luar pagar harus dilakukan secara persuasif dengan menarik mereka masuk ke dalam area halaman atau kios yang tersedia melalui skema sewa yang sangat ringan atau bahkan gratis pada masa awal, sehingga daya tarik visual gedung tidak tertutup oleh kesan semrawut di luar pagar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved