Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Polisi Diduga Intimidasi Polisi, Bripda Setyono Diminta Damai Setelah Dikeroyok Warga

Bripda Setyono seorang anggota polisi diduga diintimidasi polisi dengan jabatan yang lebih tinggi.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Bripda Setyono seorang anggota polisi diduga diintimidasi polisi dengan jabatan yang lebih tinggi.

Kasus dugaan intimidasi itu bermula saat Bripda Setyono jadi korban pengeroyokan oleh 6 warga sipil di Kota Ambon. 

Ia menyebut beberapa anggota baik yang pangkatnya setara dan yang lebih tinggi melakukan intimidasi agar kasus pengeroyokan itu diselesaikan secara damai.

Namun, Bripda Setyono yang bertugas di Bidang Keuangan Polda Maluku, bersikukuh agar perkara tersebut tetap diproses hingga ke persidangan.

Baca juga: Tukang Gorengan di Tegal Nyambi Jualan Ganja, Polisi Temukan 800 gram Ganja di Rumah Kontrakan

Baca juga: Temuan Mayat Mahasiswi Putri Anggota DPRD, Keluarga Sebut Sederet Kejanggalan, Putuskan Lapor Polisi

Peristiwa dugaan pengeroyokan itu terjadi di kawasan Eri, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. 

Dalam insiden tersebut, Bripda Setyono diduga menjadi korban kekerasan oleh enam orang warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika korban diduga membela istrinya yang disebut mengalami pelecehan oleh sejumlah warga di lokasi kejadian. 

Situasi kemudian memanas hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polsek Nusaniwe.

Enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan telah diamankan dan ditahan sejak 20 Februari 2026.

Namun hingga kini, proses hukum perkara tersebut disebut belum dilimpahkan ke pihak kejaksaan. 

Informasi beredar, masa penahanan para tersangka berpotensi diperpanjang.

Perkara ini semakin menjadi perhatian setelah muncul kabar bahwa salah satu pelaku diduga memiliki hubungan keluarga dengan seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Selain itu, korban juga dikabarkan mendapat tekanan agar perkara tersebut diselesaikan secara damai. 

Bripda Setyono disebut sempat menerima intimidasi dari sejumlah oknum aparat di tingkat Polsek maupun Polresta agar tidak melanjutkan kasus tersebut ke pengadilan.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved