Tribunjateng Hari ini
3.024 Payung Shufa Angkat Tema Toleransi dan Keragaman, Bertulis Kaligrafi Mandarin
Instalasi seni-edukatif "Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak" yang digelar di Putera Harapan Puhua School Purwokerto diresmikan.
Penulis: Moh Anhar | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Instalasi seni-edukatif bertajuk "Penulisan Kaligrafi Mandarin pada Media Payung Terbanyak" yang digelar di Aula Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Puhua School Purwokerto diresmikan, Sabtu (25/4).
Perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Ari Andriani, menegaskan karya tersebut memenuhi unsur penting dalam pencatatan rekor.
"Instalasi ini memenuhi unsur karya, superlatif, dan keunikan berupa karya nyata pendidikan multikultural, menggunakan 3.024 payung kertas berkaligrafi Mandarin dengan skala besar di lingkungan pendidikan, serta melibatkan partisipasi kolektif," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak perayaan 20 tahun berdirinya Puhua School Purwokerto sekaligus diajukan sebagai rekor MURI dengan kategori "Payung Shufa Terbanyak".
Sebanyak 3.024 payung kertas berdiameter 20 cm disusun menjadi instalasi visual besar di dua sisi dinding aula sekolah.
Setiap payung memuat kaligrafi Mandarin bertema "You Jiao Wulei - Pendidikan Tanpa Perbedaan", "20 Tahun Puhua", hingga "I Love Indonesia".
Pemilihan payung bukan tanpa alasan.
Medium ini melambangkan naungan dan perlindungan, selaras dengan peran sekolah sebagai ruang aman bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi.
Puhua School merupakan satuan pendidikan berstatus Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) dengan akreditasi A, memiliki jenjang lengkap dari KB-TK hingga SMA, sejak berdiri pada 30 April 2006.
Filosofi utama yang diusung adalah You Jiao Wulei atau "Pendidikan Tanpa Perbedaan", yang menjadikan sekolah ini sebagai miniatur keberagaman Indonesia.
Proses pembuatan selama 8 bulan, dengan melibatkan seluruh komunitas dimulai sejak 16 Agustus 2025.
Tahapan meliputi, perumusan konsep dan desain visual, penyusunan teknis dan pembangunan kerangka, penulisan kaligrafi oleh guru native sejak 22 Maret 2026.
Karya ini melibatan siswa, guru, orang tua, alumni, hingga manajemen dan pemasangan instalasi pada awal April hingga finishing pertengahan April.
Seluruh rangkaian ini menjadi simbol gotong royong komunitas sekolah yang disebut sebagai "Mini Indonesia". Dalam latar belakang kegiatan, disebutkan Indonesia tengah menghadapi bonus demografi dengan tantangan tingginya pengangguran usia muda.
Puhua School memosisikan diri sebagai sekolah multibahasa yang mengintegrasikan Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris dalam satu ekosistem pembelajaran, guna menjawab kebutuhan global tanpa meninggalkan identitas nasional.
| Pantai Kembar Terpadu Kebumen Beri Edukasi Konservasi Penyu, Pengunjung Bisa Ikut Melepas Tukik |
|
|---|
| CCTV Tidak Berfungsi saat Mobil Kades Hoho Dibom Molotov |
|
|---|
| Jamu Badai Pantura, PSIS Wajib Menang atau Kian Dekat ke Liga 3 |
|
|---|
| Tersangka Narkoba Letakkan Sabu lalu Kirim Foto ke Pemesan |
|
|---|
| Ade Bhakti Sebut Nomor Pembuat Prank Damkar Berada di Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-26-April-2026.jpg)