Berita Viral
Viral Curhat TKW di Arab Saudi Dipaksa Melayani 450 Pria dalam Sebulan
Kisah pilu wanita asal Lombok jadi korban eksploitasi seks dipaksa melayani hingga 15 pria setiap hari di bawah ancaman penganiayaan jika menolak.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Dua pekerja migran Indonesia yang awalnya berniat bekerja di Arab Saudi mengaku menjadi korban eksploitasi keji dan dipaksa melayani ratusan pria hidung belang dalam sebulan di bawah ancaman.
- Keduanya berhasil meloloskan diri saat diajak ke sebuah pusat perbelanjaan dan kini mendapatkan pertolongan dari seorang sopir taksi.
- Pemerintah Provinsi NTB menyatakan telah berkoordinasi dengan Kemenaker dan Kemenlu, namun hingga kini identitas serta lokasi pasti korban masih belum terlacak.
TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Jagat maya digemparkan dengan unggahan video memilukan dari dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang diduga kuat menjadi korban eksploitasi seksual dan kekerasan di luar negeri.
Dalam pengakuan yang menggetarkan hati, seorang korban yang diduga berasal dari Lombok, NTB, mengaku dipaksa melayani hingga 15 pria setiap hari di bawah ancaman penganiayaan jika menolak.
Keduanya dikabarkan telah berhasil melarikan diri, pemerintah daerah masih berupaya keras melacak keberadaan dan identitas pasti para korban guna memberikan perlindungan hukum lebih lanjut.
Baca juga: Alasan Istri di Asahan Relakan Anak Gadis Jadi Budak Seks Suami Selama 6 Tahun, Tergiur Warisan
Dalam video tersebut, berarti setiap korban harus melayani 450 pria dalam satu bulan.
Jika tidak mencapai terget tersebut, korban mengaku dipukuli dan tidak mendapat gaji.
Kedua korban mengaku beberapa kali mencoba kabur melalui ventilasi kamar mandi namun gagal karena terhalang teralis besi.
Hingga akhirnya kedua korban berhasil kabur saat diajak ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju.
Keduanya kabur dan bersembunyi hingga ditolong sopir taksi.
Dari unggahan tersebut, korban diduga berasal dari Lombok dan bekerja di luar negeri.
“Info itu kami dapatkan sejak seminggu lalu dan sudah koordinasi dengan Kemenaker dan Deplu, namun kami tidak dapat info dari pusat,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Aidy Furqan, Selasa (5/5/2026).
Pemerintah lakukan penelusuran
Aidy mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya menelusuri informasi terkait video tersebut, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Namun hingga saat ini, identitas korban belum dapat dipastikan.
Pihaknya juga telah mencoba menghubungi pengunggah video, tetapi tidak berhasil.
“Kami coba hubungi yang mengunggah video juga sudah tidak bisa dihubungi,” ujarnya.
Pengakuan korban dalam video
Dalam video yang beredar, kedua korban mengaku awalnya bekerja sebagai pekerja migran di Arab Saudi.
Namun, mereka diduga justru mengalami eksploitasi dan dipaksa melayani sejumlah pria setiap hari.
Baca juga: Kisah Pilu Gadis Jadi Budak Seks Ayah Kandung Selama Hampir 4 Tahun
Korban juga mengaku mengalami kekerasan apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan asal daerah korban.
“Jadi tidak terlacak,” pungkasnya. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| Viral Video 10 Anggota TNI Acak-acak Toko, Keterangan Kadispenad dan Kesaksian Warga Berbeda |
|
|---|
| Viral 2 Pegawai BUMN Diduga Selingkuh Dibongkar Istri Sah, Pelakor Klarifikasi Ngaku Khilaf |
|
|---|
| Cerita Bu Dokter Tertipu Suami, 4 Tahun Diam-diam Kuras Harta, Palsukan KTP Ngaku Lajang |
|
|---|
| Pasutri Jual Video Asusila untuk Bayar Cicilan Motor, Rp250 Ribu per Konten |
|
|---|
| Viral Sosok Rehan dan Syahrir Pelajar Indonesia Bobol Situs NASA, Dapat Hadiah Rp5 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksuallll.jpg)