Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Iming-iming Uang, Pria Berjaket Ojol Diduga Culik dan Perkosa Bocah SD Hingga Pendarahan

Nasib tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial PS diduga jadi korban kekerasan seksual pria berjaket ojek online.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Kompas.com/Fathan Radityasani
Ilustrasi Ojol - Siswi sekolah dasar tersebut menjadi korban kekerasan seksual seorang pria misterius yang mengenakan jaket ojek online dengan modus menawarkan tumpangan saat korban hendak menonton acara tari India. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang bocah perempuan di Kecamatan Gandus, Palembang, menjadi korban pemerkosaan oleh pria tak dikenal setelah sebelumnya diiming-imingi sejumlah uang dan tumpangan sepeda motor. 
  • Korban ditemukan ayahnya dalam kondisi lemas di jalan sepi dan harus menjalani operasi dengan empat jahitan karena mengalami pendarahan aktif. 
  • Polisi kini telah mengantongi hasil visum serta memeriksa sejumlah saksi guna memburu pelaku yang teridentifikasi mengenakan atribut ojek online saat melancarkan aksinya.

 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Nasib tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial PS yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang untuk menjalani operasi darurat akibat pendarahan hebat pada alat vitalnya.

Siswi sekolah dasar tersebut menjadi korban kekerasan seksual seorang pria misterius yang mengenakan jaket ojek online dengan modus menawarkan tumpangan saat korban hendak menonton acara tari India.

Kini, pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang tega merusak masa depan anak di bawah umur tersebut.

Baca juga: DP3AP2KB Batang Tangani 65 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak 2025, Didominasi Kekerasan Seksual

NS (35) ayah kandung korban mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB saat anaknya hendak menonton hiburan tari India bersama seorang temannya di kawasan Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus, Palembang.  

Ketika hendak menuju lokasi, datang pelaku mengendarai sepeda motor dan menawarkan untuk mengantarkannya. 

“Dia mau nonton tari India berdua sama anak tetangga. Lalu datang seorang pria berjaket ojek online yang menawarkan untuk mengantarkan ke tempat acara dengan iming-iming uang,” ujar NS, kepada wartawan, Selasa (5/5/2026). 

Tepi Kota yang Hilang Artikel Kompas.id Teman korban sempat menolak ajakan tersebut. 

Namun pelaku terus membujuk hingga akhirnya korban ikut, sementara temannya memilih melarikan diri karena takut dan melaporkan kejadian itu kepada NS. 

Mendapat kabar tersebut, NS langsung mencari anaknya ke lokasi acara, namun tidak menemukan keberadaan putrinya tersebut. 

Sekitar pukul 21.00 WIB, saat melintas di jalan sepi, ia mendapati NS berjalan seorang diri dalam kondisi lemas dan panik. 

“Saat ditemukan anak saya terlihat panik dan lemas. Setelah sampai di rumah, barulah korban berani bercerita kalau sudah diperkosa,” jelasnya. 

Korban kemudian dibawa ke bidan terdekat, namun karena mengalami pendarahan aktif, ia dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut dan harus menjalani operasi. 

“Anak saya mengalami pendarahan hebat dan harus dioperasi dengan empat jahitan. Operasinya kemarin sekitar pukul 17.00 WIB,” jelasnya. 

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Gandus dan dilanjutkan ke Polrestabes Palembang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved