Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo

"Jeda Kecelakaan 3 Menit" Hasil Penyelidikan KNKT Terhadap Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo

Hasil penyelidikan kecelakaan maut KRL vs Kereta Argo Bromo diungkap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam rapat kerja bersama.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Kompas.com/NURPINI AULIA RAPIKA
EVAKUASI KORBAN - Petugas gabungan mengevakuasi penumpang yang tertahan di dalam gerbong KA Argo Bromo Anggrek, Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan itu terjadi pasca KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL di Stasiun Bekasi Timur. 

TRIBUNJATENG.COM - Hasil penyelidikan kecelakaan maut KRL vs Kereta Argo Bromo diungkap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

KNKT sudah melakukan investigasi awal dalam kecelakaan yang menewaskan 15 orang dan puluhan lainnya luka-luka tersebut.

Hal yang diungkap KNKT salah satunya adalah jeda waktu antara kecelakaan KRL tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang, hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur hanya sekitar 3 menit 43 detik.

Baca juga: Fakta Baru Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, Mobil Taksi Listrik Telat Servis 9000 KM

Baca juga: Sesaat Sebelum Mobilnya Ditabrak KRL, Sopir Green SM Keluar Melalui Jendela

 Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, rentang waktu yang sangat singkat itu terungkap dari investigasi awal yang dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

“Jadi 20.52.12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik,” ujar Soerjanto, dalam rapat di Gedung DPR RI.

“Jadi, memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo 3 menit 43 detik Pak,” lanjut dia.

KNKT mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika KA 5568A Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, pada pukul 20.48.13 hingga 20.48.29 WIB.

Pada waktu yang hampir bersamaan, tepat pukul 20.48.29 WIB, terjadi tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan taksi di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir.

Setelah proses naik turun penumpang, KA 5568A sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti.

“KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter, jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu,” kata Soerjanto.

KNKT kemudian mencatat KA Argo Bromo Anggrek mulai berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi pada pukul 20.50.43 WIB dengan sinyal keluar beraspek hijau.

Pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KA Commuter Line yang masih berada di jalur Stasiun Bekasi Timur.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus sempat mempertanyakan kondisi sinyal kereta saat kecelakaan terjadi.

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus dalam rapat.

Soerjanto kemudian menjawab bahwa sinyal untuk KA Argo Bromo Anggrek memang menunjukkan warna hijau saat kereta melintas dari Stasiun Bekasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved