Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo
"Jeda Kecelakaan 3 Menit" Hasil Penyelidikan KNKT Terhadap Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo
Hasil penyelidikan kecelakaan maut KRL vs Kereta Argo Bromo diungkap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam rapat kerja bersama.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
“Sinyalnya hijau Pak,” jawab Soerjanto. Lasarus lalu kembali menyoroti kondisi tersebut.
“Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle,” kata dia.
Namun, KNKT menegaskan, investigasi yang dipaparkan masih berupa data faktual awal, dan belum memuat analisis maupun kesimpulan penyebab kecelakaan.
“Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan,” ujar Soerjanto.
Dia menambahkan, investigasi KNKT dilakukan dengan prinsip no blame, no judicial, dan no liability atau tidak untuk mencari kesalahan, memberikan hukuman, maupun menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kerugian.
Sebagai informasi, kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.
Insiden tersebut menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menjelaskan, kecelakaan bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian itu, perjalanan kereta terganggu dan satu rangkaian KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.
Sumber: kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260428-_-Evakuasi-Penumpang-KA-Argo-Bromo-Anggrek.jpg)