Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Misteri Rumah Api Seyegan Terungkap, Tim UGM Pastikan Bukan Faktor Alam

Fenomena kebakaran berulang yang terjadi di rumah milik Agus Yani di Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Tribun Jogja
TERBAKAR - Api yang membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam. Tribun Jogja/Hendy Kurniawan 

Ringkasan Berita:
  • Tim PKPE FT UGM menyimpulkan kebakaran berulang di rumah Agus Yani, Seyegan, bukan disebabkan faktor alam maupun rembesan gas alam.
  • Penelitian menemukan residu material poly vinyl chloride (PVC) yang diduga berkaitan dengan sumber kebakaran.
  • Investigasi melibatkan 17 ahli dan berbagai metode ilmiah, termasuk FTIR, georadar, geolistrik, serta pemantauan termal menggunakan drone.

 

TRIBUNJATENG.COM - Fenomena kebakaran berulang yang terjadi di rumah milik Agus Yani di Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, akhirnya mendapatkan penjelasan ilmiah.

Setelah melakukan serangkaian investigasi dan pengujian laboratorium, tim peneliti dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut tidak disebabkan oleh faktor alam.

Kesimpulan tersebut diumumkan setelah tim lintas disiplin melakukan penelitian mendalam untuk mengungkap penyebab fenomena yang sempat menjadi perhatian luas masyarakat.

Hasil investigasi menunjukkan adanya indikasi keterlibatan material poly vinyl chloride (PVC) yang ditemukan pada residu kebakaran di lokasi.

Baca juga: Dosen ASN Kampus Ternama Dilaporkan Hajar dan Ancam Bunuh Istri, TKP di Semarang dan Makassar

 

UGM Temukan Kekeliruan Pembacaan Gas Hidrogen

Ketua Tim Peneliti PKPE FT UGM, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, menjelaskan bahwa pada tahap awal investigasi tim sempat mendeteksi keberadaan gas hidrogen (H₂) di lokasi kejadian.

Saat itu, gas tersebut diduga berkaitan dengan gas pyrophoric yang berasal dari limbah potongan ayam mengandung fosfor sehingga dianggap berpotensi memicu kebakaran.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pengambilan sampel residu kebakaran dari permukaan keramik serta kayu atau tripleks pada Jumat (12/6/2026), tim menemukan adanya kesalahan interpretasi alat deteksi gas.

"Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks," ujar Prof. Alva.

"Saat PVC terbakar, akan muncul gas Hidrogen Klorida. Gas tersebut bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang mempunyai sensor membran H2.

Fenomena ini disebut cross sensitivity. Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi dan alat seolah membaca ada gas hidrogen," kata Prof. Alva.

 

Pengujian Berlapis Libatkan Berbagai Bidang Keilmuan

Untuk mengungkap penyebab kebakaran secara komprehensif, UGM melibatkan 17 ahli dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro, hingga Teknik Sipil dan Geodesi.

Tim melakukan berbagai metode pengujian ilmiah, termasuk pemantauan menggunakan drone dengan sensor Thermal Infrared yang diterbangkan pada dini hari untuk memeriksa area hingga radius 200 meter dari titik kejadian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved