Astra Motor Jateng
Panas Ekstrem Mengintai Pengendara, Ini Tips Astra Motor Jateng agar Aman Berkendara
Kondisi cuaca panas ekstrem bisa memengaruhi performa tubuh dan otak pengendara sepeda motor layaknya ponsel pintar yang mengalami overheat.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor.
Saat melintasi jalur Pantura dari Pekalongan menuju Pati maupun ketika terjebak kemacetan di pusat Kota Semarang serta Surakarta pada siang hari, pengendara kini tak hanya menghadapi kepadatan lalu lintas, tetapi juga ancaman gelombang panas yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.
Angin yang berembus tak lagi terasa sejuk. Suhu udara tinggi membuat tubuh lebih cepat lelah, konsentrasi menurun, hingga memicu emosi saat berkendara.
Baca juga: Ramadhipa Pebalap Muda Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona
• Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto mengatakan, kondisi cuaca panas ekstrem bisa memengaruhi performa tubuh dan otak pengendara layaknya ponsel pintar yang mengalami overheat.
“Kalau ponsel terlalu panas performanya melambat bahkan bisa mati mendadak. Tubuh manusia juga begitu."
"Saat berkendara di suhu tinggi, tubuh bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu tetap stabil,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Oke, saat cuaca mencapai sekira 35 derajat Celsius, tubuh akan memompa darah lebih kuat ke permukaan kulit untuk mengeluarkan keringat sebagai mekanisme pendinginan alami.
Namun jika cairan tubuh tidak segera tergantikan, pengendara berisiko mengalami dehidrasi yang berdampak langsung pada kemampuan berkendara.
“Efeknya bisa sangat berbahaya. Respons jadi lambat, pandangan mulai kabur, sampai muncul micro sleep atau tertidur beberapa detik tanpa sadar,” jelasnya.
Dia menjelaskan, micro sleep menjadi salah satu ancaman paling berbahaya saat touring maupun perjalanan jarak jauh menggunakan motor.
Pada kecepatan 60 kilometer per jam, motor melaju sekira 16,6 meter per detik. Jika pengendara mengalami micro sleep selama tiga detik saja, maka motor sudah melaju tanpa kendali sejauh sekira 50 meter.
“Jarak itu sangat cukup untuk memicu kecelakaan fatal,” katanya.
Tak hanya faktor fisik, cuaca panas juga disebut dapat memicu emosi pengendara di jalan raya.
Kondisi tubuh yang lelah dan gerah membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi ketika menghadapi situasi lalu lintas padat, senggolan kecil, atau pengendara lain yang berkendara sembarangan.
Selain itu, suhu aspal yang terlalu panas juga dapat memengaruhi daya cengkeram ban motor secara mikro karena kompon ban menjadi lebih lunak.
Ditambah lagi, telapak tangan berkeringat membuat grip stang motor menjadi licin jika tidak menggunakan sarung tangan yang tepat.
Untuk itu, Astra Motor Jateng membagikan sejumlah tips dan trik motor Honda agar pengendara tetap aman dan nyaman berkendara di tengah cuaca panas ekstrem.
Baca juga: Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026, Dominasi Podium
• Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat
Pertama, pengendara disarankan menerapkan hidrasi terjadwal dan tidak menunggu haus untuk minum.
Pengendara dianjurkan berhenti setiap 60 hingga 90 menit untuk mengonsumsi air mineral agar kondisi tubuh tetap stabil selama perjalanan.
Kedua, gunakan perlengkapan berkendara yang memiliki sirkulasi udara baik.
Jaket berbahan mesh atau kain dengan ventilasi udara dinilai lebih nyaman digunakan saat cuaca panas, namun tetap harus dilengkapi pelindung pada bagian siku dan bahu.
Penggunaan visor helm yang bersih dan tidak buram juga penting untuk mengurangi silau matahari yang dapat memicu pusing dan menurunkan fokus berkendara.
Ketiga, pengendara diminta memahami batas lelah tubuh.
Jika mulai sering menguap, leher terasa kaku, atau konsentrasi menurun, pengendara sebaiknya segera menepi dan beristirahat di tempat teduh maupun SPBU terdekat.
“Berkendara di jalan raya bukan sekadar soal keterampilan memutar tuas gas atau kemahiran bermanuver di antara kendaraan."
"Esensi tertinggi keselamatan berkendara adalah manajemen energi tubuh dan kontrol emosi, serta selalu #Cari_Aman,” ujar Oke.
Astra Motor Jateng juga mengingatkan pengendara motor Honda untuk rutin memeriksa kondisi kendaraan selama musim kemarau, terutama tekanan angin ban, kondisi oli mesin, air radiator untuk motor tertentu, serta sistem pengereman agar tetap optimal saat digunakan berkendara jarak jauh maupun harian di tengah cuaca panas ekstrem. (*)
| Pebalap Ramadhipa Tampil Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona |
|
|---|
| Meningkatnya Mobilitas Wisatawan, Pengendara Diimbau Tingkatkan Antisipasi dan Etika Berkendara |
|
|---|
| Honda Verza, Kendaraan Tempur Para Pekerja: Tangguh di Tanjakan, Irit untuk Harian |
|
|---|
| Scoopy Your Mode Your Ride, 20 Pasangan Muda Semarang Riding Romantis Honda Scoopy |
|
|---|
| Waktunya Perawatan Rutin untuk Motor Kesayangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260529-_-Pengendara-Motor-di-Pantura-Jateng.jpg)