Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Astra Motor Jateng

Panas Ekstrem Mengintai Pengendara, Ini Tips Astra Motor Jateng agar Aman Berkendara

Kondisi cuaca panas ekstrem bisa memengaruhi performa tubuh dan otak pengendara sepeda motor layaknya ponsel pintar yang mengalami overheat.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/ASTRA MOTOR JATENG
PANAS EKSTREM - Pengendara motor melintasi jalur Pantura Jateng saat cuaca panas ekstrem, beberapa waktu lalu. Astra Motor Jateng mengingatkan pengendara untuk menjaga hidrasi, mengontrol emosi, dan menerapkan #Cari_Aman saat berkendara. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor.

Saat melintasi jalur Pantura dari Pekalongan menuju Pati maupun ketika terjebak kemacetan di pusat Kota Semarang serta Surakarta pada siang hari, pengendara kini tak hanya menghadapi kepadatan lalu lintas, tetapi juga ancaman gelombang panas yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.

Angin yang berembus tak lagi terasa sejuk. Suhu udara tinggi membuat tubuh lebih cepat lelah, konsentrasi menurun, hingga memicu emosi saat berkendara.

Baca juga: Ramadhipa Pebalap Muda Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona

Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto mengatakan, kondisi cuaca panas ekstrem bisa memengaruhi performa tubuh dan otak pengendara layaknya ponsel pintar yang mengalami overheat.

“Kalau ponsel terlalu panas performanya melambat bahkan bisa mati mendadak. Tubuh manusia juga begitu."

"Saat berkendara di suhu tinggi, tubuh bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu tetap stabil,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Oke, saat cuaca mencapai sekira 35 derajat Celsius, tubuh akan memompa darah lebih kuat ke permukaan kulit untuk mengeluarkan keringat sebagai mekanisme pendinginan alami.

Namun jika cairan tubuh tidak segera tergantikan, pengendara berisiko mengalami dehidrasi yang berdampak langsung pada kemampuan berkendara.

“Efeknya bisa sangat berbahaya. Respons jadi lambat, pandangan mulai kabur, sampai muncul micro sleep atau tertidur beberapa detik tanpa sadar,” jelasnya.

Dia menjelaskan, micro sleep menjadi salah satu ancaman paling berbahaya saat touring maupun perjalanan jarak jauh menggunakan motor.

Pada kecepatan 60 kilometer per jam, motor melaju sekira 16,6 meter per detik. Jika pengendara mengalami micro sleep selama tiga detik saja, maka motor sudah melaju tanpa kendali sejauh sekira 50 meter.

“Jarak itu sangat cukup untuk memicu kecelakaan fatal,” katanya.

Tak hanya faktor fisik, cuaca panas juga disebut dapat memicu emosi pengendara di jalan raya.

Kondisi tubuh yang lelah dan gerah membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi ketika menghadapi situasi lalu lintas padat, senggolan kecil, atau pengendara lain yang berkendara sembarangan.

Selain itu, suhu aspal yang terlalu panas juga dapat memengaruhi daya cengkeram ban motor secara mikro karena kompon ban menjadi lebih lunak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved