kominfo kota pekalongan
Pemkot Pekalongan Konsisten Bangun Pelayanan Publik Berbasis Inovasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas melalui penguatan inovasi.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, terus menunjukkan konsistensinya dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas melalui penguatan inovasi di seluruh perangkat daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam, kegiatan Penganugerahan Inovasi Daerah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pekalongan di Ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Rayakan Nataru Tanpa Euforia Berlebihan, Ini Pesan Wali Kota Pekalongan Aaf
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, inovasi menjadi elemen penting dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkot Pekalongan menetapkan kebijakan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan minimal memiliki satu inovasi.
"Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas capaian Kota Pekalongan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, di mana Kota Pekalongan berhasil meraih peringkat ke-7 nasional dan menyandang predikat Kota Terinovatif," kata Wali Kota Pekalongan Aaf panggilan akrabnya.
Menurut Aaf, inovasi yang dikembangkan harus selaras dengan program strategis nasional, mudah diakses masyarakat, serta diupayakan tidak membebani warga dari sisi biaya.
Selain itu, inovasi diharapkan mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Kota Pekalongan.
"Inovasi harus sesuai kebutuhan daerah dan masyarakat. Jika bisa tanpa biaya bagi warga, tentu itu menjadi nilai tambah."
"Kami juga mendorong pengembangan inovasi di sektor pendidikan, sekolah, dan seluruh layanan rumah sakit," ujarnya.
Aaf berharap, melalui penguatan inovasi yang berkelanjutan, kualitas pelayanan publik di Kota Pekalongan semakin meningkat dan berdampak langsung pada kepuasan masyarakat.
"Saya optimistis, pada tahun 2026 Kota Pekalongan mampu meningkatkan prestasinya di tingkat nasional," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Pekalongan Andrianto menyampaikan, bahwa pengembangan inovasi daerah di Kota Pekalongan telah dimulai sejak 2019 dan terus mengalami perkembangan signifikan.
Pada 2020, Kota Pekalongan sempat berada pada kategori kurang inovatif. Namun, sejak 2021 jumlah inovasi terus meningkat hingga mencapai lonjakan besar pada 2024 dengan 135 inovasi.
Memasuki tahun 2025, total inovasi yang tercatat mencapai 211 inovasi, terdiri atas 89 inovasi digital dan 122 inovasi non-digital.
Baca juga: Pemkab Pekalongan Hadirkan Mobile Therapy bagi Anak Berkebutuhan Khusus
"Dari jumlah tersebut, dua inovasi unggulan yang menonjol adalah inovasi digital SiJempol RSUD Bendan dan inovasi non-digital Kota Menawan."
"Persaingan dalam IGA semakin ketat, sehingga konsistensi dan kualitas inovasi menjadi kunci utama," kata Andrianto.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Pekalongan dan Institut Widya Pratama dalam pendampingan dan pengembangan inovasi daerah. (Dro)
| Cegah Predator Seksual Masuk Pesantren, Pengasuh Ponpes Ikuti Pelatihan Khusus |
|
|---|
| Nawal Yasin: Anak Butuh Pendampingan, Bukan Tekanan |
|
|---|
| Rumah Livelihood Jadi Senjata Baru Hadapi Rob dan Kemiskinan Pesisir di Pekalongan |
|
|---|
| 30 Kebakaran Terjadi, Damkar Ingatkan Bahaya Api di Musim Kemarau |
|
|---|
| 28 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkot Pekalongan Libatkan PKK dan Ponpes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251216_Wali-Kota-Pekalongan-Achmad-Afzan-Arslan-Djunaid_1.jpg)