Berita Pekalongan
Tak Sekadar Liburan, Wisata Edukasi Batik Jadi Magnet di Pekalongan
Libur Lebaran 2026 menunjukkan tren meningkat pada kunjungan ke Museum Batik Pekalongan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Libur Lebaran 2026 tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat, tetapi juga diisi dengan kegiatan wisata yang bernilai edukasi.
Tren tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan ke Museum Batik Pekalongan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.
Sejak awal masa libur, museum yang dikenal sebagai pusat edukasi batik ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Tidak hanya wisatawan lokal, sejumlah pengunjung dari luar kota hingga luar pulau juga turut memanfaatkan momentum Lebaran untuk mengenal lebih dekat kekayaan batik khas pesisir.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Warga Kota Pekalongan Diminta Waspada
• Pemkot Pekalongan dan BPJS Perkuat Jaminan Sosial Pekerja Konstruksi
Rizki, wisatawan asal Batang sengaja mengajak rekannya dari Sumatera untuk berkunjung ke museum tersebut.
Dia menilai, museum ini menjadi sarana tepat untuk memperkenalkan budaya batik kepada masyarakat luas.
"Di sini kami bisa melihat berbagai jenis batik, sekaligus menikmati pameran tematik bernuansa Islam yang sedang berlangsung," ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Selain menyajikan koleksi batik dari berbagai daerah, museum juga menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Mereka dapat mempelajari proses pembuatan batik secara langsung, mulai dari mengenal alat seperti canting hingga mencoba praktik membatik menggunakan teknik cap maupun tulis.
"Pengalaman ini memberikan, pemahaman yang lebih mendalam tentang proses produksi batik, yang selama ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Umi, pengunjung asal Bekasi.
Dia menyebut, kunjungan perdananya ke museum tersebut memberikan kesan yang berbeda karena konsepnya yang edukatif dan interaktif.
"Konsepnya menarik, tidak hanya melihat, tetapi juga bisa belajar langsung. Anak-anak sampai orang dewasa bisa menikmati" ungkapnya.
Bersama rombongan, Umi berkeliling ruang pameran untuk mengenal berbagai peralatan membatik, jenis pewarna, hingga mengikuti praktik membatik secara langsung.
"Selain berlibur, kami juga mendapatkan pengalaman belajar yang memperkaya wawasan tentang batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa," tambahnya. (*)
| Fakta Baru Kasus Ibu Tewas Dibunuh Anak di Pekalongan, Pelaku Disebut Punya Riwayat Gangguan Jiwa |
|
|---|
| Diduga Gangguan Jiwa Kumat, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung Pakai Cobek Batu di Pekalongan |
|
|---|
| Momen Menegangkan Evakuasi Jari Siswi SMP Pekalongan Tersangkut Lubang Pengikat Jaring Gawang |
|
|---|
| Tanggul Sungai Bremi Pekalongan Jebol, Gelontorkan Ribuan Sandbag Tutup Kerusakan |
|
|---|
| Evakuasi Kucing dari Sumur 10 Meter di Pekalongan Berakhir Pilu: Semua Prosedur Sudah Kami Lakukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260327-_-Membatik-di-Museum-Batik-Pekalongan.jpg)