Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

Cegah Investasi Bodong, Dosen USM Berikan Cara Pencegahannya

Dosen USM memberikan Sosialisasi mengenai Strategi Mencegah Investasi Bodong Melalui Literasi Keuangan.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
LITERASI KEUANGAN: Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Semarang (PKM USM) yang terdiri atas dosen Fakultas Ekonomi memberikan Sosialisasi mengenai Strategi Mencegah Investasi Bodong Melalui Literasi Keuangan kepada Ibu-ibu PKK Rt 5 Rw 2 Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Semarang pada hari Minggu tanggal 19 Oktober 2025. (Dok) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Semarang (PKM USM) yang terdiri atas dosen Fakultas Ekonomi memberikan Sosialisasi mengenai Strategi Mencegah Investasi Bodong Melalui Literasi Keuangan kepada Ibu-ibu PKK Rt 5 Rw 2 Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Semarang pada hari Minggu tanggal 19 Oktober 2025.

Tim PKM USM terdiri atas dosen Fakultas Ekonomi USM yaitu Scorina Dwiantari, S.E,.M.M. Irene Nathalia Setiawan S.E.,M.M. , Rusdiana Permanasari, S.Kom., M.M. dan Linda Novasari, S.E., M.M.

Selain itu juga melibatkan dua mahasiswa Universitas Semarang yaitu Noor Shodiqotus Sariroh dan Shinta Bunga Frastica yang membantu dalam pembuatan video dan dokumentasi kegiatan PKM.

Kegiatan yang didanai oleh Universitas Semarang  mengambil tema “Sosialisasi Strategi Mencegah Investasi Bodong Melalui Literasi Keuangan Bagi Ibu-ibu PKK Kelurahan Gayamsari  Semarang”.

Baca juga: Peringati Hari Santri, USM Gelar Nobar Film Jejak Langkah 2 Ulama

Menurut Scorina Dwiantari selaku ketua pengabdian mengatakan, bahwa Investasi sangat penting karena banyak manfaatnya.

“Salah satunya adalah bisa menjadi potensi penghasilan jangka panjang dan memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang, tetapi perlu berhati-hati dengan Investasi palsu atau illegal yang dinamakan Investasi bodong,” ungkap Scorina Dwiantari.

Irene menambahkan, bahwa ciri-ciri Investasi bodong adalah penawaran yang tidak masuk akal, Perusahaan tidak berizin dan meminta mengajak nasabah baru.

Menurut Linda Novasari, bahwa Investasi bodong sangat merugikan, sebelum berinvestasi kita perlu mengetahui secara detail perusahaan Investasi yang ilegal dan legal sehingga tidak terjerumus di kemudian hari dan waspada terhadap bahaya Investasi bodong.

Baca juga: Dosen USM Latih Pekerja Konstruksi Tingkatkan K3 dan Produktivitas Kerja

Rusdiana Permansari mengatakan, untuk mencegah Investasi yang ilegal perlu adanya pengetahuan mengenai literasi keuangan, dimana literasi keuangan mengajak ibu-ibu untuk menabung secara bijak menyisihkan sebagian uang belanja.

Salah satu berinvestasi yang aman bagi ibu-ibu rumah tangga adalah melalui reksa dana dan logam mulia. (Laili S/***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved