Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Menteri Agama Raih Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di Bidang Harmoni dan Ekoteologi

Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar mendapat Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di bidang Harmoni dan Ekoteologi.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar mendapat Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di bidang Harmoni dan Ekoteologi. Penghargaan ini diberikan pada Malam Anugerah Penggerak Nusantara yang digelar iNewsTV, di Jakarta, Kamis (20/11/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar mendapat Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di bidang Harmoni dan Ekoteologi. Penghargaan ini diberikan pada Malam Anugerah Penggerak Nusantara yang digelar iNewsTV, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Penghargaan tersebut diterima langsung Menag Prof. Nasaruddin Umar. Turut mendampingi, Staf Khusus Menag bidang Pengembangan SDM dan Media Ismail Cawidu, Staf Khusus Menag bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerja Sama Luar Negeri Gugun Gumilar, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada CEO MNC Corp dan iNewsTV atas penghargaan yang diberikan. “Anugerah ini menunjukkan tingginya perhatian iNewsTV terhadap program-program Kementerian Agama,” ujarnya.

Menag menjelaskan bahwa dalam setahun terakhir, Kementerian Agama telah menggulirkan Trilogi Kerukunan Jilid II. Bila pada Jilid I fokusnya mencakup kerukunan intra umat, antar umat, serta hubungan umat dengan pemerintah, maka pada Jilid II cakupannya diperluas. “Trilogi Kerukunan Jilid II kini mencakup kerukunan antar manusia, harmoni alam, dan hubungan spiritual dengan Tuhan,” jelasnya.

Menag menambahkan bahwa upaya tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menekankan harmoni lingkungan dan toleransi antar umat beragama. Kemenag juga mendorong penguatan ekoteologi, yakni pendekatan keagamaan yang mengedepankan aksi iklim untuk mencegah kerusakan alam.

Prof. Nasaruddin menegaskan bahwa kerukunan merupakan pondasi utama pembangunan nasional. Ia bersyukur Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai konflik global. “Kita bersyukur, keberhasilan merawat kerukunan menjadi capaian tertinggi kinerja satu tahun Presiden Prabowo menurut survei Poltracking yang dirilis Oktober 2025,” tambahnya.

Terkait ekoteologi, Menag mengingatkan bahwa ajaran agama telah lama menekankan pentingnya merawat bumi. Dalam tradisi Islam, menanam pohon tetap dianjurkan meskipun hari kiamat akan tiba sebuah simbol komitmen spiritual terhadap kelestarian alam.

Kemenag juga telah menerbitkan buku ‘Ekoteologi: Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan’ sebagai panduan untuk menyusun strategi pelestarian lingkungan berbasis iman. “Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh keluarga besar Kementerian Agama. Semoga menjadi motivasi bersama untuk terus merawat kerukunan umat dan harmoni semesta,” tegas Menag.

Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menilai penghargaan tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) untuk memperkuat komitmen terhadap nilai harmoni dan kepedulian lingkungan.

“Capaian yang diraih Menteri Agama merupakan inspirasi bagi kampus keagamaan Islam untuk terus menguatkan peran dalam membangun harmoni, inklusivitas, serta kepedulian ekologis yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Menurut Prof. Ridwan, konsep ekoteologi yang kini menjadi prioritas Kementerian Agama sejalan dengan visi UIN Saizu dalam mengembangkan pendidikan Islam berbasis keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi religius yang peka terhadap isu-isu ekologis.

“Kami di UIN Saizu berkomitmen memperkuat riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan harmoni sosial,” tambahnya.

Penghargaan Anugerah Penggerak Nusantara 2025 bagi Menag Prof. Nasaruddin Umar diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh PTKI di Indonesia, termasuk UIN Saizu Purwokerto. Dengan dukungan kebijakan Kemenag, perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan semakin terlibat dalam upaya menjaga harmoni dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari dakwah rahmatan lil 'alamin. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved