Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Eka Dewi Maesaroh Mahasiswi UIN Saizu Jadikan Seni Kaligrafi Media Dakwah

Mahasiswi UIN Saizu Eka Dewi Maesaroh menekuni seni kaligrafi sebagai sarana refleksi diri dan media dakwah yang inspiratif.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswi UIN Saizu Eka Dewi Maesaroh menekuni seni kaligrafi sebagai sarana refleksi diri dan media dakwah yang inspiratif. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Di balik goresan tinta dan harmoni huruf Arab yang tertata indah, tersimpan kisah ketekunan dan pencarian makna diri.

Sosok itu adalah Eka Dewi Maesaroh, mahasiswi semester 3 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, yang konsisten menekuni dunia seni, khususnya kaligrafi Islam.

Berasal dari Cilongok, Kabupaten Banyumas, Eka telah mengenal seni kaligrafi sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah.

Ketertarikannya bermula ketika ia bergabung dengan sanggar kaligrafi, sebuah pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap seni.

Baginya, seni bukan sekadar keindahan visual, melainkan juga proses panjang yang mengajarkan kesabaran, ketekunan, dan kejujuran dalam mengekspresikan diri.

“Seni adalah cara saya menemukan ketenangan,” ujar Eka. 

Melalui menggambar dan kaligrafi, ia merasakan ruang refleksi yang membantunya memahami diri sekaligus mendekatkan hati pada nilai-nilai spiritual.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa UIN Saizu, Eka terus mengembangkan kemampuan menggambar dan memperdalam seni kaligrafi. 

Ia berharap setiap karya yang lahir dari tangannya tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mengandung makna spiritual yang dapat dirasakan banyak orang.

Menurutnya, kaligrafi memiliki kekuatan tersendiri sebagai media dakwah yang lembut dan inspiratif.

Keaktifannya di luar kelas juga mencerminkan semangat tersebut. Eka tercatat sebagai Pengurus Seksi Pendidikan Pondok Pesantren Fatkhul Mu’in Purwokerto (2025–2026) serta pernah menjadi anggota Sanggar Kaligrafi Ad-Dinia Banjarnegara (2022–2024).

Lingkungan pesantren dan sanggar seni menjadi ruang tumbuh yang mengasah kepekaan intelektual sekaligus spiritualnya.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari MI Ma’arif NU 2 Panusupan, berlanjut ke SMP Unggulan NU Mojoagung, kemudian MA Al-Fatah Banjarnegara, hingga akhirnya menempuh studi di UIN Saizu sejak 2024.

Keputusan melanjutkan pendidikan di UIN Saizu dilandasi keinginannya untuk mengembangkan potensi diri secara seimbang, antara ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai Islam.

Prestasi yang diraih Eka menjadi bukti konsistensinya dalam berkarya. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved