Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

UIN Saizu Dorong Ekosistem Industri Halal Lewat Sarasehan dan Buka Puasa Bersama

Sarasehan Halal Center UIN Saizu menjadi forum konsolidasi penguatan layanan halal, sertifikasi, dan pendampingan UMKM di Banyumas.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Sarasehan Halal Center UIN Saizu menjadi forum konsolidasi penguatan layanan halal, sertifikasi, dan pendampingan UMKM di Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem industri halal yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Halal Center UIN Saizu dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Saizu menggelar Sarasehan dan Buka Puasa Bersama di Restoran Taman Pringgading, Purwokerto Selatan, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim, Ketua LPPM Prof. Ansori, Kepala Halal Center Dani Kusumastuti, Direktur LPH UIN Saizu Oki Edi Purwoko, jajaran auditor halal, serta Komite Ketidakberpihakan LPH UIN Saizu dari unsur eksternal.

Kepala Halal Center UIN Saizu Purwokerto, Dani Kusumastuti, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal memerlukan sinergi lintas sektor.

“Perguruan tinggi memiliki otoritas keilmuan dan legitimasi moral, industri memiliki kapasitas produksi, pemerintah memiliki kewenangan regulatif, dan masyarakat adalah penerima manfaat. Sinergi ini menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem halal nasional,” ujarnya.

Menurutnya, forum sarasehan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga ruang konsolidasi kelembagaan untuk merumuskan strategi penguatan industri halal di Banyumas dan sekitarnya.

Ketua LPPM UIN Saizu, Prof. Ansori, menambahkan bahwa pembentukan Komite Ketidakberpihakan menjadi langkah strategis menjaga independensi dan kredibilitas LPH.

“Komite Ketidakberpihakan bukan hanya formalitas tata kelola, tetapi pengawal integritas agar proses pemeriksaan halal berjalan objektif, transparan, dan profesional,” tegasnya.

Komite Ketidakberpihakan LPH UIN Saizu, Totok Sutrisno, yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas serta Direktur Utama PT Pringsewu Cemerlang (Pringsewu Restaurant Group), menyampaikan apresiasi atas inisiatif penguatan tata kelola halal di UIN Saizu.

“Kami melihat langkah ini bukan sekadar penguatan administratif, tetapi penguatan moral dan profesionalisme agar LPH benar-benar bekerja sesuai prinsip independensi dan integritas,” ujarnya.

Dalam diskusi bersama Prof. Ansori dan Oki Edi Purwoko, Totok menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) pelaku usaha terkait sertifikasi halal.

“Sekarang proses pengurusan sertifikasi halal jauh lebih singkat, rata-rata sekitar dua minggu," jelasnya.

Dia menjelaskan, pelaku usaha tidak perlu lagi ke MUI Semarang, cukup melalui LPH UIN Saizu.

"Tantangan terbesar kita adalah mengubah persepsi bahwa sertifikasi halal itu sulit dan mahal,” jelasnya. 

Ia menambahkan, apabila satu pelaku usaha telah merasakan kemudahan tersebut, maka informasi positif itu akan menyebar dan menimbulkan efek domino di kalangan pelaku usaha lainnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved