Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Telkom University Purwokerto

Mahasiswa Tel-U Purwokerto Ciptakan SOLVIA, Ayak Gula Cilongok Lebih Cepat dan Hemat Energi

Proses pengayakan gula kelapa di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang selama ini memakan waktu hingga dua jam

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa Telkom University Purwokerto Kembangkan SOLVIA, Pengayakan Gula Kelapa di Cilongok Kini Lebih Cepat dan Hemat Energi 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Proses pengayakan gula kelapa di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, selama ini memakan waktu hingga dua jam untuk 10 kilogram gula.

Kini bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Inovasi tersebut hadir melalui SOLVIA, mesin pengayak gula kelapa otomatis berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mahasiswa Telkom University Purwokerto dalam program Innovillage 2025.

Ketua tim mahasiswa, Farhat Huda, mengatakan inovasi ini berangkat dari kebutuhan nyata para pengrajin gula kelapa di desa tersebut.

“Setelah sebelumnya kami mengembangkan platform digital CocoBase untuk pencatatan produksi dan distribusi, kami menemukan kendala terbesar berikutnya ada di proses pascapanen, khususnya pengayakan yang masih dilakukan manual,” ujarnya.

Selama ini, pengrajin membutuhkan waktu 1–2 jam untuk mengayak 10 kilogram gula kelapa.

Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga melelahkan, terutama bagi perempuan yang menjadi pengolah utama.

Ketua Kelompok Tani, Sikko Ferianto, menjelaskan bahwa proses manual membuat hasil ayakan sering tidak seragam sehingga memengaruhi kualitas dan harga jual.

20260302_TelU6988846566
Mahasiswa Telkom University Purwokerto Kembangkan SOLVIA, Pengayakan Gula Kelapa di Cilongok Kini Lebih Cepat dan Hemat Energi

“Prosesnya lama dan melelahkan. Hasilnya juga kadang kurang seragam,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa merancang SOLVIA sebagai solusi mekanisasi sederhana yang dapat mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk.

Mesin ini bekerja menggunakan sistem getaran dengan saringan bertingkat untuk menghasilkan butiran gula yang lebih seragam.

SOLVIA memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi sehingga tidak membebani listrik rumah tangga. 

Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi sensor berat (load cell) dan modul IoT berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan platform CocoBase.

Dengan sistem tersebut, kelompok tani dapat memantau jumlah produksi dan durasi penggunaan alat secara real-time.

Dari hasil uji coba awal, waktu pengayakan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dapat dipangkas menjadi hitungan menit untuk kapasitas yang sama.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved