Telkom University Purwokerto
Mahasiswa Tel-U Purwokerto Ciptakan SOLVIA, Ayak Gula Cilongok Lebih Cepat dan Hemat Energi
Proses pengayakan gula kelapa di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang selama ini memakan waktu hingga dua jam
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Proses pengayakan gula kelapa di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, selama ini memakan waktu hingga dua jam untuk 10 kilogram gula.
Kini bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
Inovasi tersebut hadir melalui SOLVIA, mesin pengayak gula kelapa otomatis berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mahasiswa Telkom University Purwokerto dalam program Innovillage 2025.
Ketua tim mahasiswa, Farhat Huda, mengatakan inovasi ini berangkat dari kebutuhan nyata para pengrajin gula kelapa di desa tersebut.
“Setelah sebelumnya kami mengembangkan platform digital CocoBase untuk pencatatan produksi dan distribusi, kami menemukan kendala terbesar berikutnya ada di proses pascapanen, khususnya pengayakan yang masih dilakukan manual,” ujarnya.
Selama ini, pengrajin membutuhkan waktu 1–2 jam untuk mengayak 10 kilogram gula kelapa.
Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga melelahkan, terutama bagi perempuan yang menjadi pengolah utama.
Ketua Kelompok Tani, Sikko Ferianto, menjelaskan bahwa proses manual membuat hasil ayakan sering tidak seragam sehingga memengaruhi kualitas dan harga jual.
“Prosesnya lama dan melelahkan. Hasilnya juga kadang kurang seragam,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa merancang SOLVIA sebagai solusi mekanisasi sederhana yang dapat mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk.
Mesin ini bekerja menggunakan sistem getaran dengan saringan bertingkat untuk menghasilkan butiran gula yang lebih seragam.
SOLVIA memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi sehingga tidak membebani listrik rumah tangga.
Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi sensor berat (load cell) dan modul IoT berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan platform CocoBase.
Dengan sistem tersebut, kelompok tani dapat memantau jumlah produksi dan durasi penggunaan alat secara real-time.
Dari hasil uji coba awal, waktu pengayakan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dapat dipangkas menjadi hitungan menit untuk kapasitas yang sama.
| Dari Desa ke Panggung Prestasi, Kisah Yulia Rahman Pasaribu Jadi Inspirasi Mahasiswa Teknik Logistik |
|
|---|
| Central Java Student Leader Summit CJSLS 2026 Gandeng Sadam Permana, Cetak Pemimpin Muda Tangguh |
|
|---|
| 2 Tim Innovillage Telkom University Purwokerto Lolos Top 50 2025, Bukti Inovasi |
|
|---|
| Telkom University Purwokerto Hadirkan Solusi Komunikasi bagi Tunarungu Lewat Program Pengabdian |
|
|---|
| Raih Beasiswa Global Korea Scholarship, Alumni Telkom University Purwokerto Lanjut Studi di Korea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260302_telU0556685655444.jpg)