Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Lentera Ramadan: Kabag TU FEBI UIN Saizu Tekankan Keutamaan Sahur

Kabag TU FEBI UIN Saizu Tri Rachmijati sebut sahur sebagai persiapan kemenangan Ramadan, penuh berkah dan manfaat kesehatan

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Kabag TU FEBI UIN Saizu Tri Rachmijati sebut sahur sebagai persiapan kemenangan Ramadan, penuh berkah dan manfaat kesehatan. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Tri Rachmijati menegaskan bahwa sahur merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah Ramadan.

Dalam tausiyah program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto, dia menyampaikan bahwa sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum fajar, melainkan persiapan spiritual menuju kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan menapaki hari-hari Ramadan dan bisa kembali bersantap sahur. Sahur bukan hanya tentang makan, tetapi persiapan menuju kemenangan,” ujarnya.

Tri Rachmijati mengutip anjuran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya sahur. Dalam hadis disebutkan, “Tashahharu fa inna fis sahuri barakah” yang berarti makan sahurlah karena di dalamnya terdapat keberkahan.

Hadis tersebut berasal dari Muhammad, yang menganjurkan umat Islam untuk tidak meninggalkan sahur.

Ia menilai, meskipun sebagian orang merasa masih kenyang atau malas bangun pagi, sahur tetap memiliki nilai ibadah yang besar.

Menurutnya, waktu sahur yang dilakukan mendekati azan Subuh juga membantu umat Islam agar tidak terlambat menunaikan salat Subuh. Ia mengingatkan agar jangan sampai menjalankan sunnah tetapi melalaikan kewajiban.

“Jangan kita melakukan kesunahan, tetapi melupakan yang wajib. Sahurnya dapat, salat Subuhnya juga tidak terlambat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu keutamaan sahur adalah turunnya rahmat Allah SWT. Dalam hadis dijelaskan bahwa Allah dan para malaikat berselawat kepada orang-orang yang bersahur.

“Masyaallah, hanya dengan makan dan minum kita mendapatkan keberkahan dan selawat dari Allah dan malaikat-Nya. Itulah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya,” ungkapnya.

Keberkahan, lanjutnya, berarti bertambahnya kebaikan dalam hidup. Dengan sahur yang cukup dan seimbang gizinya, puasa dapat dijalani dengan nyaman hingga waktu berbuka tiba.

Tri Rachmijati menambahkan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat lain. Tradisi sahur tidak ditemukan dalam praktik puasa Yahudi dan Nasrani, sehingga menjadi ciri khas ibadah puasa dalam Islam.

Selain itu, waktu sahur yang berdekatan dengan Subuh merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Ia mengajak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk memanjatkan doa-doa terbaik.

“Waktu sahur adalah waktu yang istimewa. Mari kita gunakan untuk berdoa dan melangitkan harapan-harapan terbaik kita kepada Allah,” pesannya.

Dalam tausiyahnya, ia juga menepis kekhawatiran sebagian masyarakat yang takut berpuasa karena alasan kesehatan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved