Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Telkom University Purwokerto

Mahasiswa Telkom Purwokerto Kembangkan Sensor CO₂ Berbasis Neural Network untuk Pantau Emisi Karbon

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, perkembangan teknologi pemantauan lingkungan juga terus

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa Telkom University Purwokerto tingkatkan performa sensor CO₂ berbasis neural network 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, perkembangan teknologi pemantauan lingkungan juga terus mengalami kemajuan seiring meningkatnya kebutuhan akan data emisi karbon yang akurat dan real-time.

Karbon dioksida (CO₂) merupakan salah satu gas yang berperan besar terhadap perubahan iklim global.

Namun, dalam praktiknya, beberapa metode pengukuran emisi karbon masih dilakukan secara manual, seperti pengukuran diameter pohon yang kemudian dihitung menggunakan rumus matematis kompleks.

Metode tersebut dinilai kurang praktis serta belum mampu memberikan hasil secara langsung dan presisi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Alfin, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2022 Telkom University Purwokerto, mengembangkan penelitian skripsi berjudul “Peningkatan Performa Pengukuran Sensor Gas CO₂ menggunakan Metode Neural Network untuk Aplikasi Pemantauan Emisi Karbon.” 

Penelitian ini berfokus pada peningkatan akurasi pengukuran sensor gas CO₂ agar mampu menghasilkan data yang lebih tepat dan dapat digunakan secara real-time.

20260309_TelU222000096867
Dari Skripsi ke Inovasi Nyata: Mahasiswa Telkom University Purwokerto Tingkatkan Performa Sensor CO₂ Berbasis Neural Network untuk Pemantauan Emisi Karbon

Dalam pengembangannya, Alfin memanfaatkan sensor MH-Z19 sebagai pendeteksi kadar CO₂, mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data, serta LCD 16x2 untuk menampilkan hasil pengukuran.

Untuk meningkatkan performa sistem, metode neural network diterapkan sebagai pendekatan kecerdasan buatan yang mampu mengolah dan mengoreksi data sensor sehingga lebih akurat.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Jika sebelumnya akurasi sensor berada pada angka 82 persen, setelah penerapan metode neural network akurasi meningkat hingga 97 persen.

Capaian ini menunjukkan bahwa integrasi algoritma kecerdasan buatan pada sistem sensor mampu memberikan peningkatan performa yang nyata dan terukur.

Penelitian yang dikerjakan selama kurang lebih dua bulan ini dibimbing oleh Mas Aly Afandi, S.ST., M.T. dan Sevia Indah Purnama, S.ST., M.T.

Dalam prosesnya, tantangan utama yang dihadapi adalah tahapan trial and error serta menentukan arsitektur neural network yang tepat agar mampu menghasilkan tingkat akurasi optimal.

“Penelitian ini saya harapkan tidak berhenti pada tahap skripsi semata, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai alat ukur sekaligus verifikator pengukuran emisi karbon. Dengan demikian, sistem ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung pemantauan lingkungan yang lebih modern, presisi, dan berbasis teknologi kecerdasan buatan,” ujarnya.

Melalui inovasi berbasis riset ini, Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang solutif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta relevan dengan tantangan global.

Dukungan terhadap penelitian terapan seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.(***)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved