Telkom University Purwokerto
Mahasiswa Telkom Purwokerto Kembangkan Sensor CO₂ Berbasis Neural Network untuk Pantau Emisi Karbon
Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, perkembangan teknologi pemantauan lingkungan juga terus
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, perkembangan teknologi pemantauan lingkungan juga terus mengalami kemajuan seiring meningkatnya kebutuhan akan data emisi karbon yang akurat dan real-time.
Karbon dioksida (CO₂) merupakan salah satu gas yang berperan besar terhadap perubahan iklim global.
Namun, dalam praktiknya, beberapa metode pengukuran emisi karbon masih dilakukan secara manual, seperti pengukuran diameter pohon yang kemudian dihitung menggunakan rumus matematis kompleks.
Metode tersebut dinilai kurang praktis serta belum mampu memberikan hasil secara langsung dan presisi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Alfin, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2022 Telkom University Purwokerto, mengembangkan penelitian skripsi berjudul “Peningkatan Performa Pengukuran Sensor Gas CO₂ menggunakan Metode Neural Network untuk Aplikasi Pemantauan Emisi Karbon.”
Penelitian ini berfokus pada peningkatan akurasi pengukuran sensor gas CO₂ agar mampu menghasilkan data yang lebih tepat dan dapat digunakan secara real-time.
Dalam pengembangannya, Alfin memanfaatkan sensor MH-Z19 sebagai pendeteksi kadar CO₂, mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data, serta LCD 16x2 untuk menampilkan hasil pengukuran.
Untuk meningkatkan performa sistem, metode neural network diterapkan sebagai pendekatan kecerdasan buatan yang mampu mengolah dan mengoreksi data sensor sehingga lebih akurat.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Jika sebelumnya akurasi sensor berada pada angka 82 persen, setelah penerapan metode neural network akurasi meningkat hingga 97 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa integrasi algoritma kecerdasan buatan pada sistem sensor mampu memberikan peningkatan performa yang nyata dan terukur.
Penelitian yang dikerjakan selama kurang lebih dua bulan ini dibimbing oleh Mas Aly Afandi, S.ST., M.T. dan Sevia Indah Purnama, S.ST., M.T.
Dalam prosesnya, tantangan utama yang dihadapi adalah tahapan trial and error serta menentukan arsitektur neural network yang tepat agar mampu menghasilkan tingkat akurasi optimal.
“Penelitian ini saya harapkan tidak berhenti pada tahap skripsi semata, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai alat ukur sekaligus verifikator pengukuran emisi karbon. Dengan demikian, sistem ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung pemantauan lingkungan yang lebih modern, presisi, dan berbasis teknologi kecerdasan buatan,” ujarnya.
Melalui inovasi berbasis riset ini, Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang solutif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta relevan dengan tantangan global.
Dukungan terhadap penelitian terapan seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.(***)
| Telkom Purwokerto Dorong Skala Ekonomi Peternak Kambing di Binangun Lewat Pendekatan Agropreneur |
|
|---|
| Mahasiswa Tel-U Purwokerto Ciptakan SOLVIA, Ayak Gula Cilongok Lebih Cepat dan Hemat Energi |
|
|---|
| Buku Penghubung Digital Inovasi Dosen Telkom University Purwokerto Permudah Orang Tua Pantau Anak |
|
|---|
| Dosen Telkom University Purwokerto Gelar Pelatihan Pembuatan Buku Digital Bersama Komunitas Rayya |
|
|---|
| Telkom University Purwokerto Perkuat Tata Kelola Desa Binangun lewat Pengabdian Berbasis Data |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260309_telU9877768867333.jpg)