UIN SAIZU Purwokerto
Makna Ramadan Menurut Guru Besar FUAH UIN Saizu: Membaca Al-Qur’an Harus Berbuah Perubahan Nyata
Guru Besar FUAH UIN Saizu Prof Naqiyah ajak umat Islam mentadabburi Al-Qur’an agar tilawah Ramadan membawa perubahan nyata.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bulan Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Naqiyah.
Dia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menegaskan keistimewaan Ramadan sebagai bulan diturunkannya kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat manusia.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 disebutkan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara kebenaran dan kebatilan.
“Ramadan adalah bulan yang sangat mulia karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia,” ujarnya saat memberikan tausiyah Ramadan dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto.
Menurut Prof. Naqiyah, tradisi membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan menjadi amalan yang sangat populer di kalangan umat Islam.
Tidak sedikit Muslim yang menargetkan khatam Al-Qur’an satu hingga beberapa kali selama Ramadan.
Namun ia mengingatkan bahwa tilawah Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berfokus pada jumlah bacaan semata.
“Pertanyaannya, apakah tilawah yang kita lakukan hanya sekadar membaca ataukah memiliki dampak terhadap kualitas diri, keluarga, dan masyarakat?” katanya.
Dia menekankan pentingnya menjadikan tilawah Al-Qur’an sebagai jalan menuju transformasi sosial, yaitu perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Prof. Naqiyah menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an memang dianjurkan dan memiliki pahala besar, terlebih pada bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh rahmat.
Meski demikian, membaca Al-Qur’an akan lebih bermakna jika disertai dengan tadabbur, yakni upaya memahami dan merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca.
Menurutnya, tadabbur Al-Qur’an dapat mendorong umat Islam untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Sudah saatnya kita tidak hanya membaca Al-Qur’an secara biasa, tetapi juga mentadabburi maknanya agar dapat memberikan dampak dalam kehidupan,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seharusnya dapat tercermin dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
| Peluang Usaha! UIN Saizu Buka Seleksi Tenant Foodcourt Kampus 2 Purbalingga |
|
|---|
| Tragedi Bekasi Timur dan Polemik Gender: Menimbang Ulang Prioritas Keselamatan Publik |
|
|---|
| Pascasarjana UIN Saizu Luncurkan SIAAP, Perkuat Layanan Akademik Digital Terintegrasi |
|
|---|
| Perkuat SPMI Berbasis Regulasi Baru, Pascasarjana UIN Saizu Tancap Gas Bangun Budaya Mutu |
|
|---|
| Nasaruddin Umar Tak Larang Kurban, Kemenag Tegaskan Video yang Beredar Hoaks |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260316_DEKANUINSAIZU.jpg)