Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

Direktur USM TV Dorong Mahasiswa USM Menjadi Pemimpin Tangguh

Menjadi seorang pemimpin seringkali dianggap sebagai sebuah pencapaian instan

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Direktur USM TV Dr Saiful Hadi MKom (baju merah) dalam Latihan Dasar Kepemimpinan yang digelar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) 

TRIBUNJATENG.COM,  SEMARANG – Menjadi seorang pemimpin kerap dianggap sebagai sebuah pencapaian instan atau sekadar titipan jabatan. 

Namun dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM), Sabtu(11/4/2026), Direktur USM TV Dr Saiful Hadi MKom mematahkan stigma tersebut.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adalah sebuah perjalanan panjang yang menuntut ketangguhan proses.

"Tidak ada yang instan di dunia ini, hasil itu tidak akan pernah mengkhianati prosesnya, untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh perlu proses panjang" ujar Dr Saiful MKom.

Kalimat ini menjadi pembuka yang kuat untuk mengingatkan peserta bahwa kematangan seorang pemimpin ditempa melalui waktu bukan hanya karbitan.

Salah satu poin menarik yang ditekankan oleh Dr Saiful MKom adalah sikap rendah hati dalam belajar.

Ia mengajak mahasiswa untuk memiliki mentalitas open mind seperti "botol kosong".

“Setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, seorang pemimpin tidak boleh merasa paling pintar. Dengan menjadi botol kosong, seseorang akan selalu siap menerima masukan, kritik, dan ilmu baru dari mana saja.” tambahnya

Terkait kualitas lulusan, ia memberikan pesan menohok bagi para mahasiswa. 

Menurutnya, gengsi kampus bukanlah penentu utama kesuksesan.

"Mau kuliah di mana pun semua kembali ke diri masing-masing karena kalau mau maju itu sangat tergantung pada karakter kalian," imbuhnya.

Dalam materinya, Dr Saiful juga memperkenalkan konsep lima karakter pemimpin yang ideal yaitu Bener, Pinter, Angker, Keker, dan Kober.

Kombinasi antara kecerdasan intelektual, integritas, kewibawaan, kekuatan mental, serta kemauan untuk meluangkan waktu bagi anggota adalah kunci kepemimpinan yang disegani.

Selain itu, ia membedah elemen penting dalam membangun tim, mulai dari penentuan tujuan (goal) pemberian motivasi, hingga pentingnya kontribusi dan dukungan antar anggota.

“Kesuksesan tidak mungkin dicapai sendirian. Kolaborasi adalah harga mati untuk menghasilkan kekompakan yang solid” Imbuhnya

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved