Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Lewat buku Ketika Jenazah Berbicara, IKA Medika Undip Angkat Isu Literasi dan Filantropi Kesehatan

Sebagai Ketua IKA Medika Undip sekaligus Karolabdokkes Pusdokkes Polri, dr. Hastry menyebut proses penulisan buku memakan waktu hampir dua tahun

Tayang:
TRIBUN JATENG/Istimewa
PELUNCURAN BUKU: Peluncuran buku Ketika Jenazah Berbicara yang digelar oleh Ikatan Alumni Kedokteran (IKA) Medika Universitas Diponegoro (Undip). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peran alumni perguruan tinggi dalam menjawab isu literasi dan kepedulian sosial kian mendapat sorotan.

Ikatan Alumni Kedokteran (IKA) Medika Universitas Diponegoro (Undip) mencoba menegaskan posisi tersebut melalui penguatan budaya menulis sekaligus aksi filantropi di bidang kesehatan.

Salah satu bentuk konkret terlihat dari peluncuran buku Ketika Jenazah Berbicara: Sebuah Memoar karya Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F, DFM.

Buku ini menambah khazanah literasi di bidang kedokteran forensik yang dinilai penting dalam memperluas pemahaman publik terhadap berbagai kasus kemanusiaan dan penegakan hukum.

Sebagai Ketua IKA Medika Undip sekaligus Karolabdokkes Pusdokkes Polri, dr. Hastry menyebut proses penulisan buku tersebut memakan waktu hampir dua tahun.

Baca juga: Nasib Pilu Remaja Putri Dicabuli 4 Temannya, Dilakukan di Warung Kopi

Ia menilai karya tulis menjadi medium penting untuk memastikan pengalaman dan pengetahuan tidak berhenti pada praktik, tetapi juga memberi dampak jangka panjang.

“Melalui buku, apa yang kita alami dan pelajari bisa terus hidup dan memberi manfaat,” ujarnya dalam rilis yang diterima tribunjateng.com, Kamis (16/4/2026).

Penguatan literasi ini sejalan dengan dorongan Universitas Diponegoro dalam membangun budaya akademik yang produktif.

Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menyebut ribuan publikasi ilmiah telah dihasilkan setiap tahun, serta didukung program penerbitan buku bagi dosen dan pengembangan karya mahasiswa.

Ia menilai, penyebaran pengetahuan ke publik menjadi bagian penting dari tanggung jawab akademisi.

Di sisi lain, isu kepedulian terhadap pasien penyakit kronis, khususnya kanker, juga menjadi perhatian.

Hal ini tercermin dari inisiatif penggalangan dana melalui lelang buku, di mana seluruh hasil penjualan disalurkan untuk Yayasan Kanker Indonesia Cabang Semarang tanpa potongan biaya produksi. Bahkan, dr. Hastry turut menyumbangkan 200 buku untuk mendukung aksi tersebut.

Upaya ini menunjukkan bahwa kontribusi alumni tidak hanya berhenti pada pengembangan ilmu, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan, terutama dalam mendukung kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih dalam sistem kesehatan.

Baru pada bagian akhir, kegiatan tersebut terbingkai dalam momentum halal bihalal IKA Medika Undip yang digelar di Willow Meeting Room, Somerset Semarang.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh, mulai dari perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah, hingga pimpinan Undip dan rumah sakit di Semarang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved