Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Pedoman Memilih Jurusan Kuliah, Bukan Sekadar Label Kampus Tapi Sesuaikan Kebutuhan Industri

Perusahaan kini lebih memprioritaskan relevansi skill dan kesesuaian jurusan daripada sekadar nama besar almamater, sehingga pilihlah jurusan tepat.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Istimewa
Ilustrasi Wisuda Toga Dilempar - Bagi banyak siswa tingkat akhir, pertanyaan "Mau kuliah di mana?" sering kali lebih mendominasi daripada "Mau ambil jurusan apa?". Fenomena ini menciptakan tren di mana masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi harga mati, bahkan jika harus mengorbankan minat pada jurusan yang diambil. 

Ringkasan Berita:
  • Memilih jurusan kuliah harus didasarkan pada evaluasi potensi diri dan riset mendalam terhadap sektor pekerjaan yang memiliki serapan tenaga kerja tinggi di masa depan.
  • Calon mahasiswa disarankan untuk lebih memprioritaskan linieritas ilmu dan akreditasi jurusan daripada sekadar mengejar gengsi nama universitas negeri.
  • Kesuksesan di dunia kerja kini lebih ditentukan oleh keahlian spesifik dan adaptabilitas lulusan terhadap kebutuhan industri dibandingkan label almamater semata.

 

TRIBUNJATENG.COM - Bagi banyak siswa tingkat akhir, pertanyaan "Mau kuliah di mana?" sering kali lebih mendominasi daripada "Mau ambil jurusan apa?".

Fenomena ini menciptakan tren di mana masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi harga mati, bahkan jika harus mengorbankan minat pada jurusan yang diambil.

Baca juga: Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 4 Perguruan Tinggi

Padahal, dunia kerja saat ini telah mengalami pergeseran paradigma.

Perusahaan kini lebih memprioritaskan relevansi skill dan kesesuaian jurusan daripada sekadar nama besar almamater.

Agar tidak menyesal di kemudian hari, berikut adalah pedoman memilih jurusan kuliah.

1. Kenali Potensi Diri (Ikuti Kata Hati)

Memilih jurusan hanya karena tren atau ikut-ikutan teman adalah resep jitu menuju "salah jurusan". Mulailah dengan evaluasi internal:

Minat (Passion): Apa kegiatan yang membuat Anda lupa waktu saat melakukannya?

Bakat (Skillset): Pelajaran apa yang paling mudah Anda serap di sekolah?

Kepribadian: Apakah Anda lebih suka bekerja di balik layar (analitis) atau berinteraksi dengan orang banyak (komunikatif)?

Tips: Gunakan tes minat bakat atau konsultasi dengan guru BK untuk memetakan potensi yang mungkin belum Anda sadari.

2. Riset "Kesehatan" Jurusan di Masa Depan

Bukan bermaksud mengecilkan jurusan tertentu, namun realitas ekonomi menuntut kita untuk realistis.

Risetlah jurusan yang memiliki serapan tenaga kerja tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved