Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UKSW SALATIGA

UKSW Resmikan Center of Excellence CSR-CMR, Dorong Pemahaman Mendalam Relasi Kristen-Muslim

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) akan menggelar Seminar Internasional dan Inaugurasi Center of Excellence – Center

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Ketua Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) Sumanto Al Qurtuby PhD hadir dalam acara Media Gathering, Kamis (9/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Seminar Internasional dan Inaugurasi Center of Excellence – Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) yang dirangkai bersama Inspire (International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotheology) 2026, pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 09.00 di Kampus UKSW Jalan Diponegoro, Ruang F114.

Sumanto Al Qurtuby PhD, Kepala CSR-CMR dalam Media Gathering beberapa waktu lalu menyampaikan CSR-CMR bukan sekadar pusat studi. 

CSR CMR disebut sebagai Center of Excellence, karena jika pusat studi umumnya berfokus pada riset, maka Center of Excellence melampaui hal itu.

CSR-CMR dirancang untuk menghadirkan program-program akademik lain, termasuk kemungkinan menawarkan degree, diploma, hingga program master dan doktor di bidang relasi Kristen-Muslim di masa mendatang.

Nama Christian-Muslim Relations dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan penting.

Pertama, Kristen dan Muslim merupakan dua kelompok agama terbesar di dunia.

Dalam konteks UKSW, Salatiga, dan Indonesia, kedua kelompok ini juga sangat signifikan.

Karena itu, membangun relasi antara keduanya menjadi kebutuhan yang relevan dan strategis.

20260416_ukswsalatiga999977
Suasana Media gathering yang diadakan UKSW di Grha Nusantara, Kamis (942026).

“UKSW memang berbasis Kristen, namun memiliki populasi Muslim yang cukup besar. Berdasarkan sejumlah data, lebih dari 30 persen mahasiswa UKSW adalah Muslim. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa relasi Kristen-Muslim perlu dikembangkan secara akademik dan berkelanjutan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya, selama ini, interaksi antar agama telah banyak terjadi.

Namun sering kali belum disertai pemahaman mendalam mengenai kekristenan, keislaman, maupun relasi antar agama itu sendiri.

CSR-CMR hadir dengan pendekatan yang melampaui toleransi.

“Toleransi memang penting, namun tidak cukup. Dibutuhkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi, yaitu deep pluralist religion, yang menekankan proses saling memahami keyakinan dan nilai-nilai satu sama lain secara lebih mendalam,” tegasnya.

CSR-CMR diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk membangun relasi yang lebih kuat, tidak hanya bagi UKSW, tetapi juga bagi Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia, hingga komunitas global.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved