Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Mahasiswa UIN Saizu Raih Honorable Medal di IFF Competition 2026, Lewat Inovasi Digital Ngapak.id

Tim UIN Saizu raih Honorable Medal IFF 2026 lewat inovasi Ngapak.id, aplikasi pelestarian bahasa Ngapak berbasis teknologi digital.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Tim UIN Saizu raih Honorable Medal IFF 2026 lewat inovasi Ngapak.id, aplikasi pelestarian bahasa Ngapak berbasis teknologi digital. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menorehkan prestasi di kancah nasional.

Tim lintas jurusan UIN Saizu berhasil meraih penghargaan Honorable Medal dalam ajang Ignite Futura Fest (IFF) Competition 2026 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada 4–5 April 2026.

Kompetisi ini menjadi salah satu ajang bergengsi tingkat nasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada kategori Business Plan, lebih dari 300 tim berpartisipasi di tahap awal.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 100 tim yang berhasil melaju ke babak semifinal, termasuk tim dari UIN Saizu Purwokerto.

Tim UIN Saizu Purwokerto terdiri dari empat mahasiswa dari program studi berbeda, yakni Yusuf Maulana (Hukum Keluarga Islam), Faridaturrochmah (Bimbingan Konseling Islam), Kharisma Hendi Mahardika (Informatika), dan Sindi Salsabila (Ekonomi Syariah). 

Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang ide bisnis yang inovatif dan relevan.

Mereka mengusung gagasan bertajuk “Ngapak.id”, sebuah platform berbasis aplikasi yang berfokus pada pelestarian budaya lokal Banyumas, khususnya bahasa Ngapak, melalui pendekatan teknologi digital.

Aplikasi Ngapak.id dirancang dengan berbagai fitur menarik, seperti penerjemah bahasa Ngapak, animasi dialog interaktif, hingga kuis edukatif yang dikemas secara modern.

Konsep ini dihadirkan sebagai solusi atas menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

Melalui digitalisasi budaya, tim berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki dampak sosial dalam menjaga kearifan lokal.

Ketua Tim Mahasiswa, Yusuf Maulana, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju penghargaan tersebut tidak mudah. 

Tim harus melewati tahap penyusunan proposal bisnis dan Business Model Canvas (BMC) sebelum akhirnya melaju ke semifinal untuk mempresentasikan ide di hadapan dewan juri.

Meski belum berhasil menembus babak final, performa tim dinilai konsisten hingga akhirnya dianugerahi Honorable Medal.

“Persaingan sangat ketat karena diikuti tim dari berbagai universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, BINUS University, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Semarang,” ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved