Pendidikan
Persaingan PTN-PTS Kian Ketat, Kolaborasi Kampus Dengan Industri Jadi Daya Tarik
Persaingan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persaingan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) semakin ketat seiring meningkatnya jumlah calon mahasiswa.
Rektor Universitas BPD Jateng, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengatakan bahwa kondisi tersebut menuntut PTS untuk tidak hanya bersaing dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan kekhasan.
“PTN itu punya kuota penerimaan yang jelas. Tapi persaingan tetap ada dengan PTS. Karena itu yang terpenting bagaimana kita meningkatkan kualitas dan punya kekhususan,” kata dia saat ditemui di sela wisuda periode I tahun 2026.
Baca juga: Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerja Sama dengan 4 Perguruan Tinggi
Baca juga: Ini Daftar Program TMMD Sengkuyung Tahap II Semarang, Bukan Cuma Infrastruktur
Dalam wisuda tersebut, Universitas BPD Jateng meluluskan 222 wisudawan, terdiri dari Magister Manajemen 78 orang, Akuntansi 56 orang, dan Manajemen 88 orang.
Menurut dia, tingginya jumlah pendaftar menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PTS, tak terkecuali Universitas BPD Jateng. Bahkan, kampus kini sudah dapat melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa yang mendaftar.
“Kalau calon mahasiswa sudah banyak, artinya masyarakat sudah memandang kampus ini. Kita juga harus terus tampil dan memperkenalkan diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, strategi utama menghadapi persaingan adalah mempertegas diferensiasi kampus. Universitas BPD Jateng, misalnya, menonjolkan keunggulan di bidang perbankan dan keuangan sebagai ciri khas.
“Kalau kita tidak berani menyampaikan keunggulan, orang tidak akan tahu. Harus ada kekhasan, kekhususan, dan keahlian,” tegasnya.
Selain itu, kampus juga memperkuat kerja sama, baik nasional maupun internasional, guna memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, tanpa kolaborasi, perguruan tinggi akan tertinggal dalam perkembangan.
Upaya lain yang dilakukan adalah menjaga kesesuaian antara kebutuhan industri dengan kurikulum melalui konsep link and match. Kampus juga terus melakukan riset pasar untuk membuka program studi baru yang relevan.
Saat ini, program studi Manajemen menjadi yang paling diminati. Namun, pengembangan prodi lain tetap dilakukan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Universitas BPD Jateng menargetkan sekitar 670 mahasiswa baru.
Sementara itu, dukungan industri turut memperkuat daya saing lulusan PTS. Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, menyebut lulusan Universitas BPD Jateng telah banyak berkontribusi di dunia kerja.
“Lulusan BPD ini sudah banyak di kami, sekitar 383 orang, dan sudah menempati posisi strategis, mulai dari kepala divisi hingga pimpinan cabang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kampus dan industri akan terus diperkuat untuk menyiapkan talenta yang siap kerja, tidak hanya di sektor perbankan tetapi juga industri lainnya.
“Setiap tahun ada sekitar 10-20 lulusan dari Universitas BPD yang bisa terserap. Nanti setelah masuk juga kami bekali lagi untuk pengembangan karier ke depan,” katanya. (*)
| Kegiatan Berkemah Untuk Siswa Masih Jadi Cara Efektif Pembentukan Karakter Anak |
|
|---|
| Aspema 77 Gelar Halal Bihalal, Kenang Masa Sekolah Jalan Kaki, Jarang Angkutan Umum |
|
|---|
| Antusiasme Tinggi, 880 Calon Mahasiswa Berebut Kursi Beasiswa Universitas Harkat Negeri Tegal |
|
|---|
| FISIP Undip Catat Kenaikan Peringkat di QS WUR by Subject 2026 |
|
|---|
| 30 Pejabat Publik Diwisuda di Unissula, TNI, Polri, DPR, Hingga Kementerian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260423_WISUDA-Universitas-BPD-Jateng-menggelar-wisuda.jpg)