UIN Walisongo Semarang
400 Siswa MAN Demak “Serbu” Fakultas Kedokteran UIN Walisongo
Senin (27/04/2026) di Aula 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang terasa berbeda dari biasanya. Ratusan seragam putih abu-abu memenuhi ruangan
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Lebih dari itu, ia menyebutkan harapannya agar kunjungan ini menjadi titik awal lahirnya MoU — Memorandum of Understanding — antara MAN Demak dan UIN Walisongo, demi terjalinnya kerjasama yang lebih terstruktur dan konkret ke depannya.
Dan jika ada satu nama yang disebut dalam forum itu hingga membuat dada para siswa MAN Demak berdesir, itu adalah Muhammad Almaz Maulida.
Alumni MAN Demak ini ternyata telah berhasil menembus Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dan tercatat sebagai bagian dari angkatan pertama fakultas tersebut.
Nur Kamsan menyebutnya bukan sekadar nama, melainkan bukti hidup bahwa mimpi menjadi dokter lulusan UIN Walisongo bukan hal yang mustahil bagi siswa MAN Demak.
“Almaz akan menjadi role model bagi adik-adik kelasnya,” ujarnya, “untuk memacu semangat mereka masuk ke Fakultas Kedokteran UIN Walisongo.”
Giliran berikutnya adalah milik Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed, AAM, Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo, yang naik ke podium dengan langkah mantap.
Ia memulai sambutan dengan memperkenalkan seluruh staf dan dosen Fakultas Kedokteran yang hadir.
Satu per satu diminta maju ke depan, menciptakan kesan bahwa para siswa sedang diperkenalkan langsung kepada calon dosen mereka kelak.
Atmosfer pun berubah menjadi lebih personal, lebih dekat, seolah jarak antara dunia SMA dan dunia kedokteran tiba-tiba terasa bisa dijangkau.
Dr. Sugeng kemudian memberikan motivasi yang mengalir hangat kepada ratusan siswa di hadapannya, sebelum masuk ke informasi yang paling banyak ditunggu-tunggu: gambaran nyata tentang jalur masuk, sistem perkuliahan, dan tentu saja biaya.
Ia mengungkapkan bahwa calon mahasiswa yang diterima melalui jalur reguler tidak dikenakan uang gedung sama sekali, sebuah kabar yang tentu membuat banyak orang tua menarik napas lega.
Pengecualian hanya berlaku bagi 15 kursi jalur mandiri yang tetap dikenakan uang gedung.
Adapun biaya UKT per semester ditetapkan sebesar Rp49.000.000, sebuah angka yang besar, namun disertai penjelasan tentang sistem perkuliahan berkualitas tinggi yang berjalan di baliknya.
Tentang sistem perkuliahan itu sendiri, gambaran lebih hidup justru datang di penghujung acara, ketika sesi testimoni mahasiswa digelar.
Dipandu oleh MC sekaligus brand ambassador UIN Walisongo yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran, satu per satu mahasiswa berbagi cerita nyata tentang kehidupan akademik mereka.
| HMJ TL dan Kimia UIN Walisongo Tanam 1.300 Mangrove di Pesisir Pantura demi Masa Depan |
|
|---|
| ADP Luncurkan Dua Buku Strategis di UIN Walisongo, Angkat Islam Cinta dan Transformasi Sosial |
|
|---|
| UIN Walisongo dan ADP Gelar Seminar Nasional Bahas Mencandera Masa Depan Agama di Era Digital |
|
|---|
| Pemilihan Duta TL 2026 HMJ TL UIN Walisongo cetak pemimpin hijau masa depan berkelanjutan nasional |
|
|---|
| UIN Walisongo dan Minghsin Taiwan teken MoU untuk perkuat kerja sama internasional antar global id |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501_uinws333396877.jpg)