UIN Walisongo Semarang
LSP UIN Walisongo Perkuat Jejaring Sertifikasi, Kunjungi LSP Universitas Indonesia
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KOTA DEPOK — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke LSP Universitas Indonesia (UI) yang berlangsung di Gedung Vokasi UI, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya LSP UIN Walisongo dalam mengembangkan sistem sertifikasi yang adaptif, profesional, dan berbasis kebutuhan industri.
Rombongan LSP UIN Walisongo disambut langsung oleh Direktur LSP beserta jajarannya.
Dalam pemaparannya, pihak LSP UI membagikan pengalaman dan dinamika pengelolaan sertifikasi profesi di UI.
“Secara struktural, LSP ini berada di bawah rektorat Universitas Indonesia, tepatnya di bawah koordinasi Wakil Rektor II. Namun, secara historis, gagasan pembentukan LSP berakar dari kebutuhan program vokasi, khususnya lulusan D3, sehingga hingga kini operasional LSP masih berpusat di lingkungan vokasi.” Ucap Hardika Satria selaku manajer sertifikasi.
“Awalnya LSP lahir dari kebutuhan vokasi, terutama alumni D3. Namun seiring perkembangan, kini seluruh program studi membutuhkan sertifikasi profesi sebagai bentuk penguatan kompetensi lulusan,” ungkap Direktur LSP UI
Saat ini, LSP UI telah mengembangkan 22 skema sertifikasi dari sebelumnya 49 skema awal, dengan pengelompokan ke dalam tiga departemen utama, yakni sosial humaniora, administrasi dan bisnis terapan, serta departemen lainnya yang menyesuaikan kebutuhan bidang keilmuan.
Setiap program studi rata-rata memiliki 90–100 mahasiswa yang mengikuti proses sertifikasi setiap tahunnya.
Menariknya, seluruh dosen di UI didorong untuk menjadi asesor kompetensi, sekaligus berperan aktif dalam penyusunan skema sertifikasi.
Skema tersebut disusun berbasis pemetaan antara Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan mata kuliah yang ada di program studi.
“Semua dosen kami dorong menjadi asesor, karena mereka yang paling memahami kompetensi mahasiswa. Skema sertifikasi juga disusun langsung oleh dosen melalui proses mapping dari SKKNI ke mata kuliah,” jelas pihak LSP UI.
Pelaksanaan uji kompetensi di UI umumnya dilakukan menjelang mahasiswa menyelesaikan studi.
LSP akan berkoordinasi dengan ketua program studi untuk menentukan mahasiswa yang siap mengikuti asesmen.
Selain itu, UI juga telah memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) sesuai dengan skema yang dimiliki, sehingga memperkuat ekosistem sertifikasi berbasis keilmuan.
| Hoaks Larangan Kurban oleh Menag, Rektor UIN Walisongo Ajak Masyarakat Tabayyun |
|
|---|
| 400 Siswa MAN Demak “Serbu” Fakultas Kedokteran UIN Walisongo |
|
|---|
| HMJ TL dan Kimia UIN Walisongo Tanam 1.300 Mangrove di Pesisir Pantura demi Masa Depan |
|
|---|
| ADP Luncurkan Dua Buku Strategis di UIN Walisongo, Angkat Islam Cinta dan Transformasi Sosial |
|
|---|
| UIN Walisongo dan ADP Gelar Seminar Nasional Bahas Mencandera Masa Depan Agama di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260502_uinws5075777.jpg)