UIN Walisongo Semarang
Naila Deniyati, Mahasiswi UIN Walisongo Sulap Sampah Jadi Kostum Megah di Panggung Dunia
Sorot lampu panggung dan ribuan pasang mata saksi kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) 2026 (02/05/2026)
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sorot lampu panggung dan ribuan pasang mata saksi kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) 2026 (02/05/2026) terpaku pada figur anggun yang melintas dengan sayap megah berbahan ranting.
Ia adalah Naila Deniyati Nabila, mahasiswi program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang, yang berhasil membuktikan bahwa kreativitas calon guru mampu menembus batas ruang kelas.
Membawa misi edukasi lingkungan melalui tema besar Miracle of Recycle, Naila tampil memukau dengan kostum yang memadukan unsur alam dan limbah rumah tangga.
Bagi Naila, keikutsertaannya dalam SNC 2026 bukan sekadar ajang unjuk diri.
Ia mengusung filosofi mendalam tentang transformasi. Kostumnya menggambarkan perjalanan material yang awalnya dianggap kotor dan terbuang menjadi sesuatu yang indah dan bernilai tinggi.
“Limbah bukan akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari kreativitas baru. Saya ingin menunjukkan melalui gradasi warna dan struktur kostum ini bahwa manusia punya peran krusial menjaga lingkungan,” ujar Naila dengan penuh semangat.
Konsep tersebut ia tuangkan dalam detail kostum yang rumit.
Mengambil inspirasi dari bunga sakura, Naila memanfaatkan ranting pohon sebagai kerangka utama sayap, botol plastik bekas yang digunting manual menjadi kelopak mahkota, serta plastik hitam sebagai pembungkus ranting untuk menciptakan efek visual dramatis dan kontras.
Proses pengerjaan ini memakan waktu tiga bulan penuh, mulai dari tahap pemilahan bahan hingga tahap akhir atau finishing yang presisi.
Jalan Panjang Menuju Panggung Utama
Perjalanan Naila tidaklah instan.
Ia harus melewati proses seleksi desain yang ketat sebelum diperbolehkan melaju ke tahap workshop.
Sejak Januari hingga April 2026, Naila digembleng secara intensif dalam pelatihan teknis, mulai dari penyempurnaan estetika kostum hingga teknik berjalan atau catwalk dan penguasaan panggung.
“Momen paling emosional adalah saat pertama kali mengenakan kostum lengkap dan berjalan di panggung utama. Rasa lelah selama berbulan-bulan terbayar seketika saat melihat dukungan dari teman, keluarga, dan pihak kampus,” ungkapnya haru.
Diplomasi Budaya dan Calon Pendidik Kreatif
| Perkuat Peran Perempuan, DWP UIN Walisongo Dikukuhkan untuk Masa Bakti 2026–2030 |
|
|---|
| Perkuat Narasi Strategis, Humas UIN Walisongo Gelar Bimtek Monitoring Media |
|
|---|
| Benchmarking ke LSP Untar, LSP UIN Walisongo perkuat sertifikasi berbasis mutu nasional yang modern |
|
|---|
| LSP UIN Walisongo Perkuat Jejaring Sertifikasi, Kunjungi LSP Universitas Indonesia |
|
|---|
| Hoaks Larangan Kurban oleh Menag, Rektor UIN Walisongo Ajak Masyarakat Tabayyun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260503_uinws77775888.jpg)