Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Mahasiswa UIN Saizu Raih Bronze BEC 2026, Angkat Isu Akses Beasiswa Desa

UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto raih bronze BEC 2026 lewat inovasi “Pusaka Desa” atasi kesenjangan akses beasiswa desa-kota.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto raih bronze BEC 2026 lewat inovasi “Pusaka Desa” atasi kesenjangan akses beasiswa desa-kota. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Tim mahasiswa terdiri atas Yusuf Maulana, Tubagus Naufal Ramadhan dan Solihah Indah Utami sukses meraih bronze medal dalam ajang Bandung Essay Competition (BEC) 2026 kategori pendidikan.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh komunitas RISKI (Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah) bekerja sama dengan Politeknik TEDC Bandung pada April 2026.

Ajang ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang menghadirkan gagasan inovatif di bidang pendidikan dan sosial.

Dalam kompetisi tersebut, Yusuf bersama timnya mengangkat isu kesenjangan akses informasi beasiswa antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Menurutnya, persoalan ini masih menjadi hambatan besar bagi pelajar di daerah pelosok untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.

“Di daerah pedesaan, informasi beasiswa masih belum merata, baik dari segi akses maupun pemahaman cara mendaftarnya. Sementara di perkotaan, aksesnya jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Yusuf.

Sebagai bentuk solusi atas persoalan tersebut, Yusuf dan tim menghadirkan inovasi berupa platform digital bernama “Pusaka Desa”.

Platform berbasis website itu dirancang sebagai pusat informasi beasiswa yang mudah diakses masyarakat.

Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi lengkap terkait jenis-jenis beasiswa, persyaratan administrasi, hingga panduan pendaftaran yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami.

Yusuf menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari keresahan terhadap minimnya literasi digital dan keterbatasan akses teknologi di sejumlah wilayah pedesaan.

Ia berharap platform itu mampu membantu pelajar desa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi.

Ajang Bandung Essay Competition 2026 berlangsung dalam beberapa tahapan seleksi.

Pada tahap awal, seluruh peserta diwajibkan mengirimkan karya esai secara daring sebelum memasuki proses penilaian oleh dewan juri.

Setelah dinyatakan lolos, para finalis kemudian diundang untuk mempresentasikan gagasan mereka secara langsung di Bandung.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved